Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) memutuskan menggelar perayaan Lebaran Topat secara sederhana pada tahun ini. Dengan perayaan akan dipusatkan di Bencingah Masmirah yang akan menjadi venue utama MTQ NTB tahun 2026 ini. Sama seperti perayaan sebelum-sebelumnya, nantinya tetap akan ada dulang saji untuk dinikmati secara bersama-sama.
“Dulang sajinya nanti ada sekitar 200-an yang disiapkan,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng Drs. H. Lalu Herdan, M.,Si., kepada Suara NTB, Kamis (26/3).
Di tengah efisiensi anggaran Pemkab Loteng ingin merayakan Lebaran Topat sesederhana mungkin. Namun tetap memberikan kesan mendalam. Selain diisi tausyiah, zikir dan doa bersama, juga ada pemberian santunan bagi anak-anak yatim Loteng.
Pemilihan Bencingan Masmirah sendiri sebagai lokasi perayaan sebagai bentuk rasa syukur atas hadirkan fasilitas tersebut. Sekaligus peresmian secara tidak langsung fasilitas yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 21 miliar tersebut. Di mana lokasi tersebut nantinya akan menjadi venue utama gelaran MTQ NTB pada tahun ini.
Perayaan Lebaran Topat sendiri tetap digelar meski sederhana sebagai salah satu cara Pemkab Loteng melestarikan budaya dan tradisi masyarakat tersebut. Mengingat, Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat di daerah ini.
“Lebaran Topat itu juga khasanah budaya dan tradisi masyarakat di daerah ini. Maka pemerintah daerah berkepentingan untuk tetap menjaga tradisi tersebut. Caranya dengan tetap mengelar perayaan walau dengan cara sederhana sekalipun. Tetapi tetap berkesan,” tegas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng ini. (kir)

