Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah pihak menilai pemangkasan pegawai honor di RSUD Tripat membuat pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Lombok Barat ini terganggu. Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Tripat menilai pelayanan rumah sakit berjalan seperti biasa, baik waktu kelebihan jumlah pegawai maupun setelah pemangkasan pegawai.
Dewas mengakui ada beberapa problem di RSUD Tripat yang tengah ditangani oleh Pemda. Masalah ini adalah warisan pemerintahan sebelumnya. Publik diminta mendukung upaya perbaikan menyeluruh yang tengah dilakukan oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
“Jadi kalau menilai ada terlihat antrean atau penumpukan akibat pengurangan pegawai semata, ya itu salah besar. Dulu waktu kelebihan pegawai, keluhan seperti sekarang ini ada. Sekarang pun ada,” ungkap anggota Dewan Pengawas RSUD Tripat, Rasinah Abdul Igit, kepada media, Jumat (27/3/2026).
Igit menjelaskan secara terbuka bahwa RSUD Tripat punya beberapa problem yang harus ditangani secara serius, dan itu tengah dilakukan oleh Bupati LAZ. Problemnya tidak hanya soal jumlah pegawai, tapi juga hal lain menyangkut tata kelola keuangan, manajemen, dan lain-lain.
“Harusnya dukung Bupati yang sedang melakukan perbaikan menyeluruh. Pegawainya bagaimana, kok waktu banyak pegawai dengan kurang pegawai, kinerja sama saja misalnya. Berarti kan problemnya bukan di sana. Itu sedang dirapikan. Itu sesuai dengan rekomendasi kami sebagai Dewan Pengawas,” ungkap Igit.
Dewas berlatar belakang jurnalis ini menyampaikan bahwa kebijakan merumahkan pegawai honor beberapa waktu lalu adalah bagian dari ketentuan pemerintah pusat. Sekarang setelah pengurangan jumlah tenaga, dilakukan evaluasi kembali. Hasil evaluasinya, RSUD akan merekrut pegawai baru tenaga kesehatan.
“Tetapi rekrutmen akan dilakukan profesional dan terbuka. Semua punya kesempatan yang sama untuk ikut. Itu komitmen bupati. Publik harus mengapresiasi itu. Jadi mari kita dukung bersama,” tambahnya.
Sebelumnya, kalangan DPRD Lombok Barat melakukan Sidak ke RSUD Tripat dan menemukan antrean pelayanan, terutama di bagian farmasi atau tempat pengambilan obat. “Saya tidak tahu apakah ini karena libur lebaran atau kondisi baru. Yang pasti bahwa hasil analisis saya, setelah melihat keadaan itu, justru lebih memburuk dari dari jumlah tenaga kesehatan di RSUD Tripat (dampak dari pengurangan jumlah SDM-red),” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat Syamsuriansah beberapa waktu lalu. (her)

