Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB di Mataram, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bersama ASITA Menuju Pariwisata NTB Mendunia”.
Dalam sambutannya, Wagub mengapresiasi kontribusi ASITA yang dinilai konsisten mendukung pengembangan sektor pariwisata di NTB.
“ASITA telah membuktikan diri sebagai organisasi yang matang dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat organisasi agar lebih adaptif dan mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pergantian kepemimpinan, lanjutnya, harus dimaknai sebagai bagian dari pembaruan menuju kemajuan bersama.
Wagub juga menyoroti posisi strategis NTB yang berdekatan dengan Bali dan kawasan Labuan Bajo, serta memiliki kedekatan geografis dengan Australia dan negara-negara Asia. Kondisi ini, menurutnya, menuntut peningkatan kualitas layanan pariwisata secara berkelanjutan.
“Pelayanan yang terus membaik akan memberikan kesan positif bagi wisatawan, sehingga mereka rindu dan kembali berkunjung ke NTB,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan pelaku industri, dalam menjawab berbagai tantangan pariwisata, khususnya terkait konektivitas.
“Kemudahan akses akan sangat menentukan minat wisatawan dan investor untuk datang ke NTB,” tambahnya.
Mantan Bupati Bima ini juga berharap Musda ini dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin solid dan berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati, menyampaikan bahwa tema Musda sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong pariwisata Indonesia semakin dikenal di tingkat global.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara melalui penguatan konektivitas, termasuk penambahan rute penerbangan langsung internasional. “Direct flight merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing destinasi pariwisata,” ujarnya. (r/ham)

