Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, mengaku keberadaan 22 destinasi wisata yang rutin dikunjungi oleh wisatawan masih membutuhkan penataan. Sarana-prasarana penunjang masih minim. “Ketika kita bicara destinasi wisata maka hal itu merupakan investasi jangka panjang. Persoalan infrastruktur yang masih belum sempurna tentu akan menjadi atensi kami,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara kepada Suara NTB, Rabu, 1 April 2026.
Selain masalah infrastruktur lanjutnya, penguatan kelembagaan di destinasi wisata juga menjadi perhatian terutama kaitannya dengan sumber daya manusia. Hal itu perlu dilakukan karena pengembangan SDM di sektor wisata merupakan investasi jangka panjang termasuk pengembangan lebih lanjut.
“Kalau secara umum memang masih banyak yang kurang, misalnya di beberapa tempat seperti toilet termasuk papan informasi. Karena destinasi kita beragam dari laut sampai gunung,” ujarnya.
Meski masih banyak kekurangan, tidak menjadi kendala karena pada prinsipnya 22 destinasi wisata tersebut layak dikunjungi dengan segala keunikannya. Pihaknya juga tengah mencoba untuk berkoordinasi dengan leading sektor lainnya, untuk bisa memenuhi sarana penunjang yang dianggap sangat penting.
“Infrastruktur jalan yang paling utama menjadi persoalan saat ini dan kami tetap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan leading sektor terkait agar bisa dipenuhi,” ucapnya.
Salah satu contoh lanjutnya, dengan menggandeng Dinas PUPRPP, agar memperbaiki akses jalan ke sejumlah destinasi wisata dan pemenuhan air bersih. Dinas LH membantu mengurangi masalah sampah dan mendorong desa untuk menggunakan anggaran desa mengintervensi masalah pariwisata.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mengintervensi masalah tersebut, karena anggaran kita sangat terbatas sehingga butuh kerja sama dengan leading sektor lainnya untuk bisa mengintervensi persoalan ini,” tukasnya. (ils)

