Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, masih menunggu kepastian dari Pemerintah pusat terkait realisasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ai Ngelar meski proses pembebasan lahan sudah tuntas dilakukan pada akhir tahun 2024 lalu.
“Tinggal kita menunggu kepastian dari Kementerian PUPR untuk pelaksanaannya kapan, kesiapan teknis sudah termasuk dokumen pendukung sudah juga dilengkapi dan kesiapan lahan,” Kata Asisten perekonomian pembangunan, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada Suara NTB, Kamis (21/5).
Pembangunan SPAM Ai ngelar ini dilakukan pemerintah sebagai upaya pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Apalagi jaringan ini berbeda dengan jaringan yang eksis saat ini (SPAM semongkat) melainkan jaringan baru yang melalui IPA Pungka.
“Gak mungkin menyatu, jadi nanti di IPA Pungka yang akan melakukan distribusi air bersih ke wilayah Samota termasuk sejumlah perumahan yang sudah terbangun saat ini dan dalam kota,” ucapnya.
Suharmaji menjelaskan, program ini dihajatkan untuk memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat. Sehingga air baku di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sumbawa, Moyo Hulu, Unter Iwes, Labuhan Badas dan Samota bisa terlayani.
“Rencana proyek SPAM Ai Ngelar ini sudah kita konsultasikan ke Dirjen sedangkan untuk data dukung sudah mencapai 100 persen termasuk proses pembebasan lahan,” ujarnya.
Jika program SPAM ini terwujud lanjutnya, maka akan ada sekitar 4000 sambungan rumah yang akan terlayani nantinya. Apalagi saat ini banyak sekali muncul perumahan baru terutama di wilayah Samota yang akan terlayani semua jika program ini terwujud.
“Jadi, SPAM ini kita prediksi mampu menghasilkan air bersih berkapasitas 150 liter per detik. Itu artinya tidak akan ada lagi wilayah di Sumbawa yang mengalami krisis air,” tukasnya. (ils)


