Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot mengaku masih menemukan laporan aktivitas illegal logging atau pembalakan liar terutama di wilayah Kecamatan Alas, Batulanteh, dan Lenangguar. Tindakan itu akan menjadi atensi serius pemerintah.
“Khusus di Batulanteh, masih kita temukan meski tim Satgas sudah beberapa kali turun ke lapangan. Bahkan hasil pengecekan terbaru, ditemukan perpindahan ekskavator yang sebelumnya dipasangi garis polisi,” kata Bupati saat memimpin rapat evaluasi
Bupati memastikan akan segera mengambil langkah yang lebih tegas terhadap alat berat maupun barang bukti hasil penebangan liar. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum sepakat untuk memperkuat penindakan, guna memberikan efek jera kepada para pelaku perusakan hutan.
Bahkan pemilik alat berat tersebut, diberikan waktu selama dua hari kedepan untuk bisa menurunkan alat berat secara mandiri. Jika tidak ada tindak lanjut dari pemilik kata Bupati, maka pemerintah akan melakukan tindakan teknis berupa modifikasi kunci oleh Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) bersama mekanik yang ditunjuk.
“Pemerintah berkomitmen untuk memberantas praktik illegal logging dan memperkuat upaya pelindungan kawasan hutan demi masa depan yang lebih asri di masa yang akan datang,” ujarnya.
Jarot juga menegaskan, kayu hasil illegal logging yang telah diamankan akan dicacah menjadi potongan kecil. Hal itu dilakukan agar kayu tersebut, tidak lagi memiliki nilai ekonomis dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Program Sumbawa Hijau Lestari akan tetap dilanjutkan sebagai salah satu prioritas dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Program difokuskan pada dua langkah utama, yakni menjaga kawasan hutan yang masih lestari serta memulihkan kawasan hutan yang rusak melalui penghijauan dan penanaman pohon.
“Kita sudah bentuk Tim Satgas perlindungan dan pengamanan hutan yang berjalan hampir satu tahun. Kami juga melaksanakan kegiatan Safari Menanam di 13 titik pada 11 kecamatan dengan tingkat pertumbuhan tanaman yang dinilai cukup baik,” sebutnya.
Pada masa pemerintahannya, juga akan memfokuskan perhatian pada pemeliharaan tanaman yang telah ditanam. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembangunan pagar pengaman di tiga lokasi prioritas yaitu Beringin Sila, Kapasari, dan Bendungan Gapit.
“Saya minta Bapperida bersama DLH dan pihak kecamatan untuk segera melakukan penetapan dan pematokan batas lokasi yang akan dipagari dengan memastikan tidak memasuki lahan milik masyarakat,” tukasnya. (ils)


