Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram telah mengevaluasi secara menyeluruh kasus kebakaran yang terjadi pada awal bulan April 2026. Salah satu pemicunya adalah faktor kelalaian dari dunia usaha atau pemilik rumah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, H. Rudi Suryawan menjelaskan, sosialisasi dan edukasi mengenai antisipasi serta migitasi kebakaran sudah dilakukan kepada masyarakat maupun dunia usaha. Kejadian kebakaran di Jalan Bung Hatta, Kelurahan Pejanggik maupun di wilayah Ampenan, tidak terlepas dari faktor kelalaian pemilik toko atau masyarakat. “Kita sudah sosialisasikan sebenarnya kepada masyarakat. Jadi bisakan dikatakan begitu bahwa faktor utamanya adalah kelalaian,” terang Rudi ditemui pada, Kamis (9/4/2026).
Salah satu pemicu kebakaran konsleting listrik. Arus pendek muncul karena instalasi listrik di rumah tangga maupun dunia usaha tidak baik. Rudi mencontohkan, pemilik rumah atau pemilik toko sering tumpang tindih sambungan kabel listrik, sehingga melampaui kapasitas. Hal ini memicu percikan api yang memicu kebakaran. “Sering kita lihat di rumah warga sambungan listrik kesana-kemari. Percikan api muncul. Kalau tidak dilihat orang itu yang menjadi kebakaran,” jelasnya.
Mitigasi semestinya dilakukan adalah, pertama, merancang instalasi listrik yang baik. Kedua, menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah maupun di tempat usaha. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram ini, mengapresiasi kebijakan pemerintah mewajibkan setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menyiapkan alat pemadam api ringan. Demikian pula kata, perusahaan atau usaha skala menengah ke atas juga perlu menyiapkan APAR. “Tujuannya supaya mempercepat memadamkan api apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” tandasnya.
Apakah faktor cuaca juga berpengaruh terhadap potensi terjadi kebakaran? Rudi menegaskan, kondisi cuaca tidak begitu berpengaruh terhadap terjadinya kebakaran di rumah maupun tempat usaha. Penyebab utama sebenarnya pemasangan instalasi listrik dan lain sebagainya.
Pihaknya bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan turun bersama-sama untuk mengingatkan masyarakat maupun dunia usaha, agar memperhatikan pemasangan instalasi listrik mereka. (cem)

