Mataram (Suara NTB) — Dinas Kesehatan Kota Mataram memastikan seluruh calon jamaah haji (CJH) asal Kota Mataram untuk musim haji 2026 telah menerima vaksin meningitis. Capaian vaksinasi telah mencapai 100 persen, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin kesehatan jamaah sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengungkapkan bahwa sebanyak 854 CJH telah mendapatkan vaksin meningitis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Vaksin tersebut merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap calon jamaah haji sebelum memasuki wilayah Arab Saudi.
“Vaksin meningitis sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh jamaah sekaligus mencegah risiko penularan penyakit menular selama berada di Tanah Suci. Ini menjadi langkah antisipasi yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya, pekan lalu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap sejak awal Maret 2026 melalui 11 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram. Sistem layanan yang diterapkan memberikan kemudahan bagi jamaah untuk memilih fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal masing-masing, sehingga proses vaksinasi dapat berjalan efektif dan merata.
Selain vaksin meningitis, para CJH juga telah menerima vaksin polio yang menjadi salah satu syarat tambahan dalam perjalanan ibadah haji. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit polio di kawasan internasional, termasuk di Arab Saudi. Sementara itu, vaksin influenza tidak lagi menjadi kewajiban sehingga tidak diberikan pada musim haji tahun ini.
Emirald menegaskan, seluruh layanan vaksinasi bagi CJH diberikan secara gratis. Pemerintah Kota Mataram menanggung sepenuhnya biaya vaksinasi wajib tersebut sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi warganya yang akan menunaikan ibadah haji.
Tidak hanya vaksinasi, Dinas Kesehatan Kota Mataram juga menyiapkan paket kesehatan tambahan bagi seluruh jamaah. Paket ini dirancang untuk mendukung kondisi fisik jamaah selama perjalanan panjang dan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Adapun isi paket kesehatan tersebut meliputi obat-obatan dasar, vitamin, serta masker. Setiap jamaah akan menerima satu paket yang dapat digunakan sebagai langkah preventif guna menjaga kesehatan di tengah perbedaan cuaca, kepadatan jamaah, serta potensi paparan penyakit.
Menurut Emirald, kesiapan kesehatan jamaah menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Kami berharap seluruh jamaah asal Kota Mataram dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, dan kembali ke tanah air dengan kondisi yang tetap prima,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram juga telah memfasilitasi pelaksanaan manasik haji bagi para CJH sebagai bagian dari persiapan nonkesehatan. Kegiatan tersebut digelar di enam titik yang tersebar di masing-masing kecamatan guna mempermudah akses jamaah serta menghindari penumpukan peserta.
Melalui rangkaian persiapan yang komprehensif, baik dari sisi kesehatan maupun pemahaman tata cara ibadah, diharapkan seluruh CJH Kota Mataram dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (pan)


