Tanjung (Suara NTB) – Isu lelang tiga unit SPBU sebagai dampak sengketa antara pemilik dan Perbankan, menjadi atensi DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Lembaga legislatif di Lombok Utara meminta, proses lelang tiap unit dilakukan terpisah untuk mencegah terjadinya monopoli izin SPBU.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Lombok Utara, M. Indra Darmaji Asmar, ST., Jumat (17/4/2026) menegaskan, pelayanan publik pada Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat menentukan bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat Lombok Utara. Sanksi penutupan oleh PN Mataram menjadi bukti, krisis pasokan BBM dapat memperlambat aktivitas ekonomi dalam hitungan jam.
“Saya sudah keliling ke sejumlah pengecer hingga lintas desa. BBM mulai limit akibat penutupan tiga SPBU sekaligus,” ungkap Darmaji.
Menurut dia, eksekusi PN Mataram yang melibatkan tiga unit SPBU sekaligus layak menjadi perhatian semua pihak, khususnya Pemda – bagian Perizinan maupun Pertamina selaku pemberi izin.
Pengalihan status hak milik melalui proses lelang Bank, sedianya menjadi momentum evaluasi atas tiga izin SPBU tersebut. Pihaknya berharap, lelang tiap unit SPBU dapat dilakukan terpisah pada masing-masing unit. Tujuannya, untuk mencegah kepemilikan tunggal pada tiga unit usaha SPBU.
“Sehingga, ketika ada situasi gagal bayar seperti ini di masa depan, tidak semua unit dapat sanksi, yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat secara keseluruhan. Kita berharap sekaligus meminta, Ombudsman sebagai lembaga independen yang berwenang mengawasi penyelenggaraan layanan publik, mencermati proses lelang tiga SPBU ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Darmaji menjelaskan, kepemilikan izin tiga SPBU agar dapat dicegah agar tidak diklaim oleh satu orang/badan pemenang lelang. Pasalnya, kepemilikan izin tersebut tidak hanya memunculkan indikasi monopoli karena menguasai 60 persen titik SPBU, tetapi juga mempertaruhkan kelancaran ekonomi masyarakat di satu kabupaten.
“Kami menyarankan agar pihak Bank selaku eksekutor mempertimbangkan untuk melelang secara kolektif. Kami bukan meragukan kemampuan finansial pemenang lelang untuk melayani BBM di 3 titik SPBU, tetapi menjaga potensi risiko yang sama agar tidak terulang di masa depan,” tandasnya. (ari)

