Senin, April 20, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMTiga Remaja di Mataram Diduga Dianiaya Belasan Orang Tak Dikenal

Tiga Remaja di Mataram Diduga Dianiaya Belasan Orang Tak Dikenal

Mataram (Suara NTB) – Pihak kepolisian mengusut kasus dugaan penganiayaan oleh belasan orang tak dikenal di Simpang 4 Arum Jaya, Jalan Airlangga, Gomong, Kota Mataram, Minggu dini hari (19/4/2026).

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan, tiga remaja menjadi korban dugaan penganiayaan itu. Para korban kini telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. “Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Zulharman menyebutkan, korban berinisial SR mengalami luka di bagian punggung yang diduga akibat anak panah. Sementara korban RSA mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, pinggang, siku, jari tangan, serta kerusakan pada pakaian. Sedangkan korban AZ mengalami luka di bagian kepala dan betis.

“Luka-luka tersebut diduga akibat benda tajam yang digunakan oleh para terduga pelaku,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sementara dari saksi, peristiwa bermula saat korban AZ yang dibonceng rekannya melintas dari arah selatan ke utara. Saat tiba di lokasi, korban diduga diserang oleh belasan orang tak dikenal hingga mengalami luka. “Ada rekan korban berhasil melarikan diri,” tambahnya.

Tak lama berselang, korban SR dan RSA yang melintas di lokasi sempat terjatuh setelah menabrak kendaraan di sekitar kerumunan. Keduanya turut menjadi sasaran serangan oleh kelompok yang sama.

Zulharman menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif serta mengidentifikasi para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

“Kami belum mengetahui penyebab pasti kejadian ini maupun identitas para pelaku. Saat petugas tiba di lokasi, para terduga pelaku sudah tidak berada di tempat,” terangnya.

Ia mengaku bahwa langkah awal yang dilakukan petugas adalah menyelamatkan korban serta mengamankan lokasi kejadian. Saat ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Kami juga masih menunggu laporan resmi dari korban,” tegasnya.

Kapolsek Selaparang itu mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap masyarakat dapat menahan diri agar tidak menimbulkan masalah baru yang dapat mengganggu proses penyelidikan,” pungkasnya. (mit)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO