Senin, April 20, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURAnalisa Jabatan, Lotim Kekurangan 12.410 Pegawai

Analisa Jabatan, Lotim Kekurangan 12.410 Pegawai

Selong (Suara NTB) – Berdasarkan analisa jabatan (Anjab) kebutuhan pegawai di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) cukup besar. Dihitung keseluruhan, Lotim masih kekurangan 12.410 orang.

Hak ini dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPADM) Lotim, Yulian Ugi Lusianto. “Itu kekurangan kita, kekurangan yang dihitung beberapa hari terakhir yang dilakukan dengan melakukan pengentrian e-formasi pegawai tahun 2026,” ungkapnya.

Guna memenuhi kekurangan tersebut, Lotim mengusulkan formasi pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka yang diusulkan untuk mengisi 12.419 itu dari PPPK Paruh Waktu sebanyak 11.483 orang dan 927 formasi CPNS. Melalui mekanisme usulan itu, kekurangan di semua OPD diharapkan bisa terpenuhi.

Saat ini, khusus PNS sendiri diakui jumlahnya sangat terbatas. “Sekarang tuh masih sangat terbatas, kita kan memiliki PNS 7017 orang, PPPK Penuh Waktu 5.130 orang dan PPPK paruh waktu 10.998 orang, sehingga diakumulasi jumlah kelesuruhannya 23.145 orang,” sebut Yulian
Analisanya, meski secara keseluruhan jumlah pegawai di Lotim ini sudah mendapai 23.145 orang, disebut masih kekurangan karena angka pensiun di Lotim cukup tinggi. PNS saja setiap tahun pensiun hingga 500 orang.

“Jumlah yang pensiun per 01/01/2027 estimasinya 441 orang, itu pensiun normal artinya pensiun penuh belum yang minta pensiun, belum yang karena faktor lainnya. Ya, sekitaran kurang lebih 500 yang pensiun setiap tahun,” imbuhnya.

Mengenai rekrutmen CPNS, diketahui Lotim terakhir melakukan rekrutmen 2024 dengan kuota 1600 formasi. Harapannya tahun 2026 ini ada rekrutmen.

“Kita sudah disurati oleh Menpan RB per tanggal 12 Maret 2026, diketahui memang semua daerah Kabupaten/Kota sudah disurati oleh Menpan RB untuk melakukan entri data kebutuhan pegawai, kita (Lotim, red) termasuk paling banyak kebutuhan pegawainya berdasarkan analisa jabatan itu,” urainya.

Kekurangan pegawai ini sudah lama terjadis, karena melihat juga kemampuan keuangan daerah dalam mengusulkan jumlah pegawai. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO