Senin, April 20, 2026

BerandaNTBLOMBOK TENGAHPerkataan ke Nakes PPPK Paruh Waktu Tuai Polemik, Kepala Puskesmas Pringgarata Sampaikan...

Perkataan ke Nakes PPPK Paruh Waktu Tuai Polemik, Kepala Puskesmas Pringgarata Sampaikan Permohonan Maaf

 

Praya (Suara NTB) – Permohonan maaf secara terbuka disampaikan Kepala Puskesmas (Kapus) Pringgarata Haerozi. Menyusul salah satu pernyataan yang ditujukan kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dalam forum internal beredar dan viral di media sosial. Pernyataan tersebut pun langsung memicu reaksi keras dari para nakes PPPK Paruh Waktu di Lombok Tengah (Loteng).


Sebelumnya dalam pertemuan dengan sejumlah nakes PPPK Paruh Waktu di lingkungan Puskesmas Pringgarata, Sabtu (18/4), Kapus Pringgarata, Haerozi sempat melontarkan penyataan yang terkesan merendahkan dan menyinggung para nakes PPPK Paruh Waktu. Pernyataan itu menyulut emosi nakes PPPK Paruh Waktu lainnya begitu beredar di media sosial.


Pertemuan itu sendiri berlangsung pasca-aksi demontrasi nakes PPPK Paruh Waktu di DPRD Loteng dan Pendopo Wabup Loteng pada Jumat (17/4) yang menuntut kenaikan upah dari Rp200 ribu menjadi minimal Rp1 juta.


“Saya memohon maaf jika ada kalimat saya yang salah dimengerti atau membuat rekan-rekan nakes tersinggung. Niat saya sebenarnya hanya ingin memberikan support agar kita tetap solid dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Haerozi dalam keteranganya, Senin (20/4).


Ia mengatakan kalau perkataan yang dilontarkannya dalam forum internal tersebut bukan bermaksud merendahkan atau menyudutkan pihak mana pun. Terutama nakes PPPK paruh waktu. Ucapan tersebut murni merupakan bentuk dukungan dan upaya untuk membangkitkan semangat kerja para nakes PPPK paruh waktu di tengah keterbatasan yang ada.


Dengan permintaan maaf dan klarifikasi tersebut, ia berharap ketegangan di lingkungan Puskesmas Pringgarata pada khususnya bisa reda supaya pelayanan kesehatan tidak sampai terganggu. Ia pun menegaskan kalau manajemen Puskesmas Pringgarata berkomitmen untuk lebih mengedepankan komunikasi yang persuasif dan harmonis dengan seluruh jajaran staf ke depannya. Pola komunikasi juga akan terus diperbaiki, lebih harmonis dan persuasif.


Haerozi pun berharap polemik tersebut bisa selesai dan para nakes bisa kembali berkerja dengan tenang. Dengan begitu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan. Ia menekankan pentingnya saling menjaga empati antara pimpinan dan staf dalam menghadapi situasi sulit.


“Kita harus mengedepankan diskusi membangun untuk mencari solusi terbaik, bukan emosi. Mari kita bayangkan jika berada di posisi satu sama lain agar muncul saling pengertian,” imbuhnya.
Terkait tuntutan penyesuaian upah dan kondisi kerja yang disuarakan para nakes, Haerozi menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya mencari jalan keluar. Dalam hal ini para nakes diharapkan bisa memahami bahwa saat ini masih terdapat kendala regulasi pusat maupun keterbatasan internal.


“Pemerintah tidak pernah berhenti memikirkan hak warganya. Seluruh aspirasi teman-teman akan ditindaklanjuti. Mari kita tetap semangat memberikan ikhtiar terbaik dan berdoa untuk Lombok Tengah yang semakin baik ke depan,” tandasnya. (kir)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO