Selasa, April 21, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURProgram Kelurahan Berdaya, Selong Terkendala Tak Punya Pendamping Kelurahan

Program Kelurahan Berdaya, Selong Terkendala Tak Punya Pendamping Kelurahan

Selong (Suara NTB) – Sebanyak empat kelurahan di Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim) terpilih menerima program Desa/Kelurahan Berdaya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan alokasi dana masing-masing sebesar Rp300 juta. Keempat kelurahan tersebut adalah Pancor, Kelayu Selatan, Majidi, dan Jorong.

Program yang menyasar kategori pariwisata, persampahan, dan ketahanan pangan ini menjadikan Kecamatan Selong sebagai kecamatan dengan penerima terbanyak di Lombok Timur dari total 21 kecamatan. Namun, di balik capaian itu, Camat Selong, Lalu Ridho Arindi, mengungkapkan adanya kendala teknis.

“Kendalanya, di kelurahan tidak ada pendamping kelurahan seperti halnya di desa. Ini yang membuat penerapan program agak terkendala,” ujar Lalu Ridho.

Mengetahui hambatan tersebut, pihak kecamatan akan segera berkonsultasi langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB. “Pekan depan kami dijadwalkan bertemu dengan Bappeda Provinsi untuk konsultasikan kendala ini,” tambahnya.

Lalu Ridho menjelaskan, berdasarkan petunjuk pemprov, Desa/Kelurahan Berdaya terbagi menjadi dua jenis: tematik dan ekstrem. Keempat kelurahan di Selong mendapatkan kategori tematik. Meskipun anggaran untuk kategori ekstrem lebih besar, program tematik dengan dana Rp300 juta dinilai sangat bermanfaat bagi Selong di tengah keterbatasan anggaran.

Tiga tema yang tersedia adalah persampahan, pariwisata, dan ketahanan pangan. Masing-masing kelurahan dapat memilih satu, dua, atau ketiga tema sekaligus. “Bisa tiga-tiganya diambil, bisa juga satu tema saja,” terangnya.

Lalu Ridho menambahkan, program prioritas provinsi ini sangat membantu karena selama ini anggaran kelurahan sekitar Rp860 juta per tahun sebagian besar terserap untuk honor dan insentif. “Mohon maaf, sebagian besar digunakan untuk honor, insentif lembaga, kader, dan pembayaran posyandu. Sekitar Rp600 juta untuk itu, sisanya untuk operasional. Dana pembangunannya sangat sedikit,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya program Kelurahan Berdaya, gagasan yang selama ini terkendala eksekusi bisa terwujud. Sebagai contoh, Kelayu Selatan telah merencanakan wisata terpadu dan pengelolaan persampahan. “Alhamdulillah, dengan program ini kami berharap kelurahan bisa lebih berdaya, sebagaimana namanya,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO