Taliwang (Suara NTB) – Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa akan segera menyalurkan dana untuk seluruh jenis bantuan sosial daerah (Bansosda) tahap II tahun 2026.
Sekretaris Dinsos KSB, Andy Suwandy menjelaskan, untuk penyaluran dana Bansosda semua persiapannya telah rampung. “SK-nya sudah kami sampaikan ke bagian hukum. Jadi perkiraan kami minggu pertama bulan depan pencairan sudah bisa dilakukan,” katanya, Selasa, 21 April 2026.
Pencairan Bansosda tahap 2 terintegrasi dalam Program Kartu KSB Maju Sosial. Penerima manfaat akan mendapatkan bantuan untuk jatah tiga bulan. Andi menjelaskan, peruntukan bantuan social itu meliputi santunan bulanan bagi anak yatim piatu, santunan bagi warga lanjut usia (Lansia), penyandang disabilitas, kepala keluarga kategori miskin ekstrem, hingga bantuan bagi marbot masjid dan guru ngaji.
Andy menuturkan, data penerima bantuan tersebut selama ini terus mereka perbarui. Pemutakhiran secara periodik itu dilaksanakan secara berjenjang, guna memastikan setiap bantuan tepat sasaran. “Untuk pencairan sekarang juga ada perubahan data, karena penerima di tahap pertama sebelumnya ada yang tidak memenuhi syarat lagi. Mereka itu kita keluarkan dari data. Nah, kalau santuan uang duka kan tetap kita salurkan setiap ada kematian warga,” paparnya.
Ia melanjutkan penyaluran dana Bansosda ini, akan dilakukan melalui mekansime perbankan. Keberadan Kartu KSB Maju yang sudah berada di tangan seluruh kepala keluarga saat ini menjadi alat akses pencairan di bank. “Kartu itu kan berupa ATM bank. Jadi warga penerima nanti bisa mengecek langsung apakah bantuannya sudah masuk dan mereka bisa juga sekaligus melakukan tarik tunai dengan ATM tersebut,” cetusnya.
Untuk mengenai upaya penanganan masyarakat kategori miskin ekstrem. Andy mengaku sebelumnya Bupati telah menginstruksikan untuk membuat profil rinci tiap kepala keluarga yang masuk kategori desil 1 tersebut. “Kita akan turun ke lapangan. Nah kalau soal intervensi lebih dalam lagi buat mereka, teknisnya kami tunggu arahan Pak Bupati,” cetusnya.
Sebelumnya, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah meminta kepada Dinsos agar membuat profiling terhadap 5.754 kepala kekuarga yang masuk dalam kategori desil 1 atau miskin ekstrem tersebut. Profiling itu dibutuhkan pemerintah untuk menyusun strategi intervensi agar para warga yang masuk dalam status miskin absolut itu dapat keluar dari kondisinya saat ini. “Saya kira sedikit 5 ribu kepala keluarga itu. Dengan pendekatan yang tepat saya yakin kita bisa menaikkan taraf hidupnya bertahap. Tapi kita harus tahu dulu kondisi sebenarnya supaya intervensi kita tepat,” kata Bupati saat acara Musrenbang RKPD 2027 baru-baru ini.(bug)

