Selong (Suara NTB) – Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Lombok Timur, Dindy Wida Pusparanti, menerangkan bahwa pihaknya terus menggenjot serapan gabah/beras dengan capaian 22.899 ton setara beras dari target yang ditetapkan sebesar 45.657 ton.
Untuk mencapai target tersebut, Bulog Kancab Lombok Timur telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain, pertama menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta.
Kedua, kata Kacab Bulog Lotim, pihaknya mencoba terus memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dengan TNI dan pemerintah daerah melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP).
Ketiga, dilakukan pemantauan titik-titik panen serta pengawasan harga agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog Kancab Lombok Timur optimistis target serapan gabah dan beras tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur.
Secara nasional, Perum Bulog kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola Bulog berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data per Kamis (23/4/2026) pagi, stok beras yang ada di gudang Bulog tercatat mencapai 5.000.198 ton. Capaian ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, S.H., M.Han, saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Filial Bulog Cabang Karawang.
“Alhamdulillah per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 2026, stok beras yang ada di gudang Bulog menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujar Rizal Ramdhani dalam siaran persnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyaksikan langsung tumpukan beras terisi penuh di gudang filial Karawang memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bulog.
“Terima kasih Pak Dirut Bulog dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini,” kata Andi Amran.
Capaian bersejarah ini merupakan hasil kerja kolektif yang solid, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah/beras petani dalam negeri, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga dukungan infrastruktur pergudangan yang semakin luas dan modern.
Saat ini, Bulog didukung oleh jaringan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta lebih dari 1.200 gudang mitra yang disewa dan tersebar di seluruh Indonesia, memastikan stok tersimpan aman dan siap didistribusikan secara merata.
Dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Stok ini menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan. (rus)

