Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 388 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 akan dilepas menuju Asrama Haji pada Minggu (3/5/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mematangkan berbagai persiapan guna memastikan proses pelepasan berjalan tepat waktu, tertib, dan efisien.
Pelepasan dijadwalkan berlangsung pukul 06.00 Wita, lebih awal dibandingkan pemberangkatan kloter 5 sebelumnya yang sempat mengalami keterlambatan. Penyesuaian waktu ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi, sekaligus memberikan ruang bagi jemaah untuk beristirahat dan mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan dari Asrama Haji Embarkasi Lombok menuju bandara.
Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan para jemaah diminta sudah berkumpul di halaman Kantor Wali Kota Mataram selepas salat Subuh. Hal ini mengingat jadwal masuk ke Asrama Haji cukup ketat, sehingga tidak ada toleransi terhadap keterlambatan.
“Kami mengimbau kepada jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 10 agar tidak terlambat menghadiri acara pelepasan. Sesuai skenario, pelepasan akan dimulai tepat pukul 06.00 Wita,” ujarnya, Senin (27/4).
Ia menegaskan, seluruh jemaah ditargetkan sudah berada di Asrama Haji paling lambat pukul 07.00 Wita. Oleh karena itu, jemaah diharapkan dapat mengatur waktu dengan baik, termasuk mempersiapkan perlengkapan sejak dini agar tidak tergesa-gesa saat keberangkatan.
“Kami berharap sebelum pukul 06.00 Wita seluruh jemaah sudah berada di halaman Kantor Wali Kota Mataram. Dengan begitu, proses pelepasan bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu jadwal berikutnya,” katanya.
Selain pengaturan waktu, Pemkot Mataram juga melakukan penyesuaian rute perjalanan bus pengangkut jemaah. Rute tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi pemberangkatan sebelumnya, dengan mempertimbangkan aspek kelancaran lalu lintas dan efisiensi waktu tempuh menuju Asrama Haji.
Di sisi lain, prosesi pelepasan akan dikemas lebih sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan. Pemkot menilai penyederhanaan acara menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketepatan waktu, mengingat padatnya rangkaian tahapan yang harus dilalui jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Kami akan menyesuaikan skenario acara pelepasan agar lebih sederhana, namun tetap khidmat. Semua ini bisa berjalan optimal apabila jemaah hadir lebih awal dan mengikuti arahan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Mataram berharap pemberangkatan kloter 10 dapat berjalan lebih lancar dibandingkan sebelumnya, sehingga para jemaah dapat memulai perjalanan ibadah haji dengan nyaman dan tenang. (pan)

