Selasa, April 28, 2026

BerandaNTBLOMBOK TENGAHDPRD Loteng Dorong Pemda Serius Genjot PAD, Optimis Bisa Tembus Rp900 Miliar

DPRD Loteng Dorong Pemda Serius Genjot PAD, Optimis Bisa Tembus Rp900 Miliar

Praya (Suara NTB) – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) Ahmad Syamsul Hadi mendorong pemerintah daerah agar benar-benar serius mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau bicara potensi, sumber PAD Loteng cukup besar di atas Rp900 miliar. Artinya, jika memang pemerintah serius, angka tersebut bukan hal mustahil untuk dicapai.

“Tinggal soal kemauan saja untuk mau benar-benar mengoptimalkan potensi yang ada. Kalau pemerintah daerah serius, optimis PAD Loteng bisa mencapai Rp900 miliar,” sebutnya pekan kemarin.

Menurutnya, angka Rp900 miliar angka rasional jika melihat potensi yang ada. Dalam dua tahun terakhir PAD Loteng juga mengalami peningkatan yang cukup progresif. Dari Rp388 miliar di tahun 2024 lalu menjadi Rp423 miliar pada tahun lalu dan tahun ini prediksi di angka Rp523 miliar.

“Boleh tanya seluruh ekonom, seluruh yang berbicara tentang ekonomi dan grafik kita di Loteng itu, Rp900 miliar itu bukan angka kosong. Bisa dicapai,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Loteng ini.

Caranya, pemerintah daerah harus serius melakukan penertiban atas potensi PAD yang ada. Untuk apa Loteng punya kawasan selatan dengan laju investasi yang tinggi. Artinya, memang harus ada tenaga ekstra agar potensi-potensi PAD yang ada bisa ditarik secara maksimal.

Dikatakannya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta pemangkasan dana transfer dari pusat, PAD menjadi harapan untuk bisa menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah ini. Mulai dari pembangunan fisik hingga persoalan peningkatan kesejahteraan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya PPPK paruh waktu yang banyak dikeluhkan.

Belum lagi bicara kebijakan pusat yang menegaskan kalau belanja pegawai di tahun 2027 mendatang maksimal 30 persen. Dengan kondisi sekarang ini, maka setidaknya APBD Loteng tahun 2027 mendatang di angka Rp3,5 triliiun, baru persentase belanja pegawai bisa ditekan mendekati ketentuan pemerintah pusat. Maka untuk bisa meningkatkan belanja program agar bisa menekan prosentase belanja pegawai caranya yakni dengan meningkatkan PAD.

Terkait hal tersebut Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (27/4) kemarin, mengaku untuk bisa mencapai target PAD sebesar itu jelas butuh kerja ekstra keras. Namun jika berkaca dari potensi yang ada saat ini belum bisa mencapai angka tersebut.

Namun, bukan berarti pemerintah daerah tidak serius melakukan optimalisasi pemungutan PAD. “Secara pandangan politik bisa saja. Tapi kalau pemerintah daerah ketika bicara soal kebijakan PAD tentu bicara perangkat dan potensi yang dimiliki daerah. Ada hitungan dan kajiannya. Baru bisa menyatakan berapa persen PAD bisa dinaikkan,” sebutnya.

Bicara kawasan selatan misalnya, memang potensinya terlibat besar. Namun, realisasi di lapangan belum begitu besar. Dari pajak hotel itu di tahun 2025 lalu realisasinya baru sekitar Rp60 miliar. Sedangkan dari pajak restoran baru mencapai Rp64 miliar. Event MotoGP yang diharapkan bisa mendongkrat juga belum terlalu signifikan dengan kontribusi sekitar Rp miliar tahun lalu.

“Tapi semua itu menjadi tambahan dorongan bagi pemerintah daerah untuk bisa terus bekerja kerja meningkatkan capaian PAD ke depan,” tandas mantan Sekda Loteng ini. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO