Kamis, April 30, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMCapaian Retribusi Pasar Baru 17 Persen, Disdag Evaluasi Kebocoran Internal

Capaian Retribusi Pasar Baru 17 Persen, Disdag Evaluasi Kebocoran Internal

 

Mataram (Suara NTB) — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar yang dinilai masih rendah.

Berdasarkan data per 30 Maret 2026, realisasi retribusi pasar baru mencapai 17 persen dari target tahunan sebesar Rp8,25 miliar. Angka tersebut masih berada di bawah target ideal triwulan pertama yang seharusnya mencapai kisaran 20 hingga 25 persen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, mengatakan rendahnya capaian tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, seperti musim hujan dan perubahan pola belanja masyarakat, tetapi juga persoalan internal dalam sistem pemungutan.

“Kita harus benahi ke dalam, karena kebocorannya banyak terjadi di internal. Saya sering turun ke lapangan, melakukan inspeksi mendadak, bahkan menyamar, sehingga mengetahui titik-titik kebocoran tersebut,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, transparansi dan integritas petugas di lapangan menjadi kunci utama agar target retribusi yang telah dinaikkan dari Rp7,5 miliar menjadi Rp8,25 miliar dapat tercapai.

Temuan terkait kebocoran retribusi tersebut diperoleh dari hasil pengawasan tertutup yang dilakukan Disdag di 19 pasar yang berada di bawah pengelolaannya.

Selain persoalan internal, Disdag juga menghadapi sejumlah tantangan lain. Di antaranya, persaingan dengan platform belanja daring yang semakin diminati masyarakat, sehingga berdampak pada menurunnya aktivitas pedagang di pasar tradisional.

Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur juga menjadi kendala. Beberapa pasar, seperti Pasar Mandalika, dinilai kurang diminati pedagang karena fasilitas permanen yang tersedia belum sesuai dengan kebiasaan berjualan secara lesehan.

Irwan juga menyebut faktor musiman, seperti musim hujan serta periode Ramadan dan haji, turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar.

Meski demikian, Disdag tetap optimistis target retribusi dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran. Pihaknya menargetkan realisasi minimal 80 persen, meskipun terdapat kenaikan target sebesar Rp750 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya tetap optimistis, minimal 80 persen bisa tercapai, meskipun target tahun ini meningkat,” katanya.

Saat ini, Disdag memfokuskan optimalisasi pada empat pasar utama sebagai penyumbang terbesar retribusi, yakni Pasar Mandalika, Kebon Roek, Pagesangan, dan Sayang-Sayang. (pan)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO