Mataram (Suara NTB) – Internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup hanya menghadirkan mahasiswa asing, tetapi harus memberi dampak bagi kualitas akademik, reputasi global, dan kontribusi sosial. Dengan semangat ini, Universitas Mataram (Unram) menggelar Workshop Credit Points Internship Programme Mahasiswa Asing bertempat di Ruang Sidang Rektor, Rektorat Unram, pada Senin (4/5/2026) sebagai langkah strategis memperkuat mobilitas internasional dan memastikan setiap program inbound maupun outbound benar-benar bermakna dan berdampak.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Sitti Latifah, S.Hut., M.Sc.Forest.Trop., yang dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya rekognisi kegiatan mahasiswa internasional.
“Mahasiswa asing yang masuk ke Unram tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga beragam kegiatan akademik maupun non-akademik yang dapat dikonversi menjadi credit points. Mekanisme ini diharapkan mempercepat penyelesaian studi mahasiswa asing kita sesuai standar akademik. Panduan mobilitas mahasiswa inbound maupun outbound disusun agar proses rekognisi berjalan lancar, sehingga gap akademik dapat diperkecil dan dampak non-akademik juga dapat dirasakan,” ujarnya.
Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI), Dewi Satria Elmiana, S.Pd., M.Pd., Ed.D., dalam kesempatan yang sama memaparkan Standard Operating Procedure (SOP) Program International Internship (Inbound). SOP ini mengatur mekanisme penerimaan mahasiswa internasional secara efektif, transparan, dan terstandar, mulai dari pengajuan, seleksi, pelaksanaan, monitoring, hingga pelaporan.
“Harapannya, mahasiswa asing dapat memperoleh pengalaman akademik yang berkualitas, merasa puas dengan layanan Unram, dan kembali memilih kampus ini sebagai tujuan studi,” jelasnya.
Dalam diskusi, dibahas pula aspek teknis seperti persyaratan peserta, prosedur pelaksanaan, durasi program, hingga rincian pembiayaan. Mahasiswa internasional nantinya dapat mengambil mata kuliah lintas fakultas sesuai skema MBKM, dengan tetap memiliki homebase pada satu program studi utama. Bentuk kegiatan mencakup magang berbasis riset penuh, kombinasi course dan research, praktikum, hingga join class.
Terkhusus status mahasiswa internasional, setiap peserta wajib diregistrasikan melalui SIA oleh operator program studi, didaftarkan ke PDDIKTI, serta mengambil mata kuliah yang telah disesuaikan oleh fakultas atau program studi terkait. Dengan sistem ini, data mahasiswa tercatat resmi dan dapat mendukung perangkingan internasional.
Workshop ini menjadi pijakan penting bagi Unram dalam memperkuat internasionalisasi yang berorientasi pada dampak, menghadirkan pengalaman akademik berkualitas bagi mahasiswa internasional, sekaligus memperkuat reputasi di tingkat dunia serta membuka ruang kolaborasi global yang lebih luas. (ron)

