BerandaNTBLOMBOK TENGAHLawan Dampak Buruk Arus Digitalisasi, TNI Perkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan Siswa

Lawan Dampak Buruk Arus Digitalisasi, TNI Perkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan Siswa

Praya (Suara NTB) – Era digitali saat ini telah membawa keterbukaan informasi yang begitu luas di tengah masyarakat. Kendati bisa memberikan manfaat, digitalisasi juga membawa dampak buruk terutama bagi kalangan generasi muda. Saat ini generasi muda sangat mudah mendapatkan informasi tentang tren maupun budaya luar yang nyatanya tidak semua baik.

Mengantipasi dampak buruk tersebut, jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) mengambil langkah pro aktif. Salah satunya dengan masuk ke sekolah-sekolah di daerah ini untuk memberikan bekal pengetahuan tentang wawasan kebangsaan (wasbang). Dengan langkah tersebut diharapkan bisa menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa patriotisme, khususnya kalangan pelajar.

“Melalui pembekalan ini kita berharap generasi muda, khususnya generas Z di daerah ini tidak kehilangan jati diri sebagai anak bangsa,” sebut Danramil 1620-05/Janapria Kapten Kapten Inf. Wage Rudolf Supratman, saat memberikan pembekalan di SMA Negeri 1 Janapria, Sabtu (9/5) kemarin.

Di tengah gempuran tren digital dan budaya asing yang makin tidak terbendung diperlukan langkah-langkah antisipasi sejak dini. Hal ini agar bisa menanamkan jiwa patriotisme dan sikap bela negara sedini mungkin dikalangan generasi muda dengan cara-cara yang relevan dengan kondisi saat ini.

Terlebih yang dihadapi sekarang ini adalah Generasi Z yang jauh lebih kritis. Maka dibutuhkan pendekatan yang lebih membumi dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Tidak hanya melalui ceramah biasa, tetapi ada interaksi dua arah, sehingga membuat suasana pembekalan menjadi hidup dan jauh dari kesan kaku.

Dalam hal ini siswa diajak untuk menyelami kembali nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945. Termasuk prinsip Bhinneka Tunggal Ika serta pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sikap bela Negara. Bahwa bela Negara tidak melulu soal angkat senjata, tetapi juga bisa diwujudkan dengan cara yang sederhana.

Cara itu seperti rajin belajar, menjauhi narkoba dan tidak ikut tawuran serta bijak dalam menggunakan media sosial. “Kenapa pembekalan ini penting, karena generasi muda ini ibarat fondasi rumah. Kalau fondasinya tidak kita perkuat dengan rasa cinta tanah air dari sekarang, mereka bisa mudah goyah oleh derasnya arus informasi dari luar,” terangnya.

Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan penting sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan yang kian komplet. Tanpa melupakan akar dan jati diri budaya bangsanya sendiri.

Ke depan, kolaborasi antara institusi pendidikan dan TNI tersebut diharapkan dapat terus berlanjut. Dan, menjadi benteng pertahanan moral bagi generasi muda di daerah ini. “Melalui pembekalan ini, diharapkan semangat merah putih tidak hanya berkibar di tiang bendera sekolah saja. Tetapi juga tertanam kuat di dalam dada setiap siswa di daerah ini,” tegas pria asal Pujut ini. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO