Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menyesalkan lambannya pembangunan terhadap 53 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini akan berdampak kepada calon penerima bantuan tersebut.
“Kebijakan Presiden terkait program MBG ini sangat luar biasa dan ini menjadi kebanggaan,sehingga upaya percepatan pembangunan SPPG ini menjadi atensi. Banyak penerima manfaat yang belum bisa menikmati program tersebut,” tegas Bupati saat bertemu dengan pengelola SPPG pada, Rabu (13/5).
Bupati mencatat seratusan lebih SPPG yang ditargetkan beroperasi di Sumbawa, tetapi sampai saat ini baru 23 yang sudah operasional. Tiga SPPG diantaranya, masih dilakukan pemberhentian sementara (suspend), 53 proses pembangunan dan 51 SPPG untuk wilayah Terluar, Terlalu, dan Terisolasi (3T) masih belum ada progres.
Pihaknya tidak menginginkan hanya data titik SPPG yang akan dibangun melainkan realisasi pembangunannya,sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat bisa segera merasakan program pemerintah tersebut, demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“Saya tidak permasalahkan yang dihentikan sementara, tetapi yang belum selesai pembangunan ini yang menjadi catatan. Jangan hanya wacana saja melainkan bisa segera memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini,meminta seluruh pihak yang terlibat agar mempercepat penyelesaian pembangunan maupun administrasi SPPG yang masih terkendala. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi apabila dalam waktu dekat tidak terdapat perkembangan yang signifikan.
“Yang sudah progres lanjutkan terus. Yang masih belum, segera. Kalau dalam satu atau dua bulan ke depan tidak ada progres, akan kita evaluasi,” tegasnya. (ils)

