BerandaNTBSUMBAWAStudi Kelayakan Tambak Garam, Pemkab Sumbawa Gandeng BRIN

Studi Kelayakan Tambak Garam, Pemkab Sumbawa Gandeng BRIN

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, berencana menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan rencana pengembangan tambak garam. Pengembangan tambak garam menjadi proyek strategis nasional.

“Pembicaraan awal dengan BRIN terkait rencana penyusunan FS itu sudah kita lakuka. Kami juga akan kembali bertemu untuk mematangkan rencana tersebut,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat.

Penyusunan studi kelayakan dilakukan sebagai salah satu kelengkapan dokumen, agar rencana pengembangan tambak garam masuk dalam program strategis nasional. Saat ini, Pemkab Sumbawa sudah menyiapkan 13.000 hektar lahan untuk program tersebut, sehingga harus dilakukan kajian.

Ia melanjutkan dari 13.000 hektar lahan yang disiapkan tersebut, ada sekitar 2.500 hektar kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang kini statusnya sudah dikeluarkan. Pemerintah pun sudah menyiapkan lahan pengganti atas pengalihan status lahan seluas 3.500 hektar.

“Status lahannya yang Pemerintah siapkan sudah tidak ada masalah untuk LP2B karena status tersebut sudah kita revisi di Perda RTRW yang baru termasuk lahan penggantinya juga sudah kita siapkan,” ucapnya.

Berdasarkan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah sudah di deliniasi lahan seluas 7.000 hektare. Untuk membuat kebijakan lebih lanjut kata dia,dibutuhkan data lebih detail lagi sehingga masih menunggu hasil studi kelayakan baik dari segi topografi maupun teknis lainnya.

“Kami berharap dari hasil FS tersebut kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait kondisi lahan dan bisa sesuai untuk program pengembangan garam dengan tekhnologi evaporasi,” ucapnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi awal rencana lokasi lahan tersebut, saat ini ada 180 orang pemilik dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM). Bahkan di lokasi tersebut juga sudah ada infrastruktur jalan usaha tani tinggal dilakukan penataan lebih lanjut untuk memudahkan akses.

“Jalanya sudah ada selebar 3-5 meter dan saat ini jalan tersebut digunakan oleh petani untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan, ” ujarnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO