Praya (Suara NTB) – Kasus dugaan pelecehan terhadap salah seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Tengah (Loteng) oleh teman satu sekolah yang viral di media sosial mendapat perhatian khusus Dinas Pemberbedayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarag Berencana (DP3AP2KB) Loteng. Untuk keperluan penyelidikikan, tim dari DP3AP2KB Loteng direncanakan turun ke sekolah tempat kejadian, pada Senin (18/5/2026).
Tim DP3AK2KB Loteng sekaligus akan melakukan pemeriksaan kondisi psikologis korban. “Ini juga bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap kebenaran kasus dugaan pelecehan tersebut,” ungkap Kepala DP3AP2KB Loteng H. Kusriadi, kepada Suara NTB, Sabtu (16/5/2026).
Sejauh ini pihaknya memang belum mendapat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Informasi baru diperoleh dari pemberitaan di media massa. Meski demikian pihaknya memilih untuk mengambil langkah pro aktif dengan turun langsung mendatangi langsung sekolah tempat kejadian. Sekaligus menemui korban dan pihak terkait lainnya.
Harapanya, dari proses tersebut pihaknya bisa memperoleh gambaran terkait kasus yang terjadi. Apakah kejadian itu ada unsur kesengajaan atau tidak. Termasuk kemungkinan dibuat untuk sekedar seru-seruan sebagai konten.
Pasalnya, sampai saat ini pihaknya juga tahu kronologis kejadiannya. “Semua pihak yang terkait dalam kasus ini nanti akan kita mintai keterangan. Supaya kita bisa memperoleh gambaran yang untuk terkait kasus dugaan pelecehan itu. Jadi seperti apa hasilnya, kita tunggu hasil tim besok,” ujarnya seraya menambahkan, korban diketahui siswi kelas X.
Sebelumnya beredar di media sosial, foto seorang siswi yang bagian tubuhnya diduga dipegang oleh siswa lainnya. Foto tersebut kemudian viral dan mengundang berbagai tanggapan warganet. Pasca-viral, aparat Polres Loteng disebut juga turun melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. (kir)

