Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima mencatat wilayah tanpa jaringan telekomunikasi atau blank spot kini tersisa satu desa, yakni Desa Kalodu, Kecamatan Langgudu. Namun, sekitar 40 titik lainnya masih mengalami lemah sinyal akibat kualitas jaringan internet yang belum stabil.
Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Bima, Kamaruddin, S.Sos., mengatakan kondisi jaringan di daerah dibagi dalam dua kategori, yakni blank spot dan lemah sinyal. Blank spot berarti wilayah tanpa akses jaringan sama sekali, sedangkan lemah sinyal merupakan daerah yang sudah terjangkau jaringan, tetapi kualitas internetnya masih rendah.
“Yang pertama blank spot atau tidak ada jaringan. Itu tinggal satu yaitu di Desa Kelodu. Dari hasil penataan kita sampai Desember, itu masih ada 40 lokasi yang lemah sinyal di Bima ini,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurutnya, titik lemah sinyal tersebar di sejumlah kecamatan seperti Langgudu, Monta, Sanggar, Tambora, Madapangga, Donggo, Soromandi, Wera, Ambalawi, dan Parado. Mayoritas berada di kawasan pegunungan dan wilayah pinggiran dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan telekomunikasi.
Kamaruddin menjelaskan, sebelumnya Kabupaten Bima memiliki 32 desa blank spot. Kondisi itu berangsur berkurang setelah adanya bantuan pembangunan tower dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI di 31 desa.
“Ini semula ada 32 blank spot awalnya, tetapi bisa kita eliminir, tinggal satu satu yaitu di Desa Kalodu itu,” katanya.
Meski jumlah blank spot menurun, kualitas jaringan di sejumlah wilayah belum maksimal. Ia menilai kapasitas bandwidth tower bantuan pemerintah pusat masih terbatas sehingga akses internet di lapangan belum stabil.
“Nah ternyata bantuan tower dari Kementerian ini tidak maksimal juga karena kecil bandwidth-nya,” sebutnya
Pemkab Bima kini berkoordinasi dengan Telkomsel untuk memperkuat jaringan di daerah lemah sinyal. Salah satu upaya yang mulai dilakukan yakni penarikan kabel fiber di sejumlah titik.
Ia mencontohkan Desa Poja, Kecamatan Sape, yang sebelumnya masuk kategori blank spot. Setelah mendapat bantuan tower dan penguatan jaringan melalui Telkomsel, kondisi internet di wilayah tersebut kini dinilai stabil.
“Nah sekarang sudah full kuat setelah ada intervensi dari kita melalui Telkomsel,” ucapnya.
Selain Desa Poja, penguatan jaringan juga direncanakan menyasar Kawinda To’i dan sejumlah wilayah lain yang masih mengalami lemah sinyal dalam beberapa bulan ke depan. (hir)

