Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB Dr. Syamsul Hadi melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., membuka Workshop Film “Festival Film Lombok 2026” di Aula Handayani Dinas Dikpora NTB, Senin (18/5/2026).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan pada Dinas Dikpora NTB, H. Tarmidzi, menjelaskan, kegiatan ini merupakan buah kolaborasi apik antara Dinas Dikpora NTB dengan Lombok Inspira Foundation.
‘’Sinergi dibangun sebagai komitmen bersama dalam memberikan ruang kreatif yang seluas-luasnya untuk pemuda NTB sebagai benteng pertahanan yang sangat krusial karena ketika pemuda disibukkan dengan hal positif energi mereka tersalurkan untuk hal-hal yang produktif,’’ terangnya.
Hal ini, tambahnya, menjadi modal utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB dan memutus mata rantai persoalan sosial di daerah, karena salah satu yang paling krusial adalah pencegahan perkawinan anak atau merarik kodek.
Menurutnya, merarik kodek adalah sebuah ancaman serius bagi masa depan anak bangsa karena berdampak pada sisi kesehatan, sanitasi, kesenjangan gender, dan sisi sosial budaya.
Pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang positif dan sangat kreatif. Alasannya, kegiatan ini sebagai wadah yang sangat strategis untuk menggali, menumbuhkan, dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni, budaya, dan kreativitas.
‘’Kegiatan ini adalah langkah nyata dan positif bagi pemuda kita. Bidang pemuda sejauh ini telah melatih sekurang-kurangnya 1.300 pemuda NTB melalui berbagai program. Mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga penguasaan soft skill masa kini seperti teknologi AI (Artificial Intelligence) dan kepemimpinan pemuda,’’ tambahnya.
Melalui workshop ini, pihaknya berharap semua peserta tidak hanya belajar tentang teknik pembuatan film, pengambilan gambar, penyuntingan, atau penulisan naskah. Pihaknya ingin peserta belajar bagaimana mengemas ide-ide cerdas, gagasan kreatif, dan nilai-nilai luhur yang dimiliki menjadi sebuah karya yang bermutu, berkarakter, dan membanggakan.
‘’Manfaatkan kesempatan berharga ini sebaik-baiknya. Dengarkanlah materi dari para narasumber dengan saksama, bertanyalah, berdiskusilah, dan bangunlah kolaborasi antar peserta. Jadilah pembuat film muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga peka terhadap lingkungan, cinta budaya, dan berjiwa edukatif sehingga terwujud pemuda NTB yang makmur mendunia dalam perfilman,’’ harapnya. (ham)

