BerandaNTBLOMBOK BARATDialokasikan 400 Unit, Pembangunan Rumah Kumuh Program BSPS untuk Wilayah Indonesia Timur...

Dialokasikan 400 Unit, Pembangunan Rumah Kumuh Program BSPS untuk Wilayah Indonesia Timur Dimulai di Lobar

 

Giri Menang (Suara NTB) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meluncurkan tender rakyat untuk bantuan penanganan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Dusun Gegutu Reban Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Lombok Barat pada Rabu (19/5/2026).

Peluncuran tender rakyat itu secara sentrak meliputi kawasan Timur Indonesia, diantaranya NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara,dan Bali. Di NTB, Pemerintah Pusat menggelontorkan program BSPS sebanyak 6.416 unit rumah dan Lobar kebagian sekitar 600 unit rumah.

Dalam peluncuran itu, Menteri PKP dan Mendagri bersama Anggota DPR RI Abdul Hadi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Murad Ismail, dan Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara I, Hamdan Pare.

Menteri PKP bersama Mendagri pun mengawal langsung tender lelang rakyat diikuti dan disaksikan oleh Gubernur dan DPR RI serta warga dari berbagai daerah secara virtual. Bahkan, menteri pun ikut dalam proses tawar menawar untuk memastikan proses rakyat ini transparan. Ia juga memastikan warga tidak dalam kondisi tertekan atau ditekan ketika ikuti proses tender.

Melalui video virtual, disaksikan langsung kondisi rumah warga yang butuh penanganan dan sudah ditangani melalui program bantuan BSPS. “Hari ini sejarah (penanganan rumah rakyat) dimulai dari NTB. Dan untuk NTB, NTT, Bali, dan Maluku terbesar sepanjang sejarah,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait. Program ini dinilai warga sangat menyentuh kebutuhan rakyat.

Dari hasil turun lapangan, ia mengunjungi langsung warga yang dibantu program BSPS ini dan berdialog dengan warga di daerah lain secara virtual, mereka begitu senang dan bahagia. “Program ini sangat menyentuh rakyat, bayangkan mereka tinggal di rumah tak sangat tidak layak, itu yang dibantu pak Presiden,” tegasnya.

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo sangat memperhatikan kondisi rakyat miskin. Bahkan, dari total anggaran Kementerian PKP, hampir 80 persen ditujukan untuk program BSPS ini, di mana setiap kabupaten diberikan kuota minimal 500 unit.

Sementara itu, Kadis PUPRPKP Lalu Ratnawi mengatakan, Menteri PKP Maruarar Sirait dan Mendagri bersama Anggota DPR RI H. Abdul Hadi, dan empat Gubernur didampingi Wabup Hj Nurul Adha turun ke Dusun Gegutu Reban Desa Dasan Geria untuk mengecek langsung penerima bantuan BSPS. Sekaligus kata dia, dilakukan peluncuran tender rakyat untuk pembangunan rumah program BSPS Kementerian PKP.

“Alhamdulillah langsung dilaunching tender rakyat untuk pembangunan rumah BSPS yang meliputi NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara dan Bali. Dilaunching oleh pak Mendagri dan menteri PKP,” kata Ratnawi.

Tentunya, kunjungan para menteri dan launching Tender Rakyat di Lobar, menjadi semangat bagi pihaknya. Menteri PKP pun banyak memberikan arahan kedepan untuk perlu diverifikasi lagi data sehingga BNBA warga yang layak mendapatkan bantuan secepatnya ditangani.

Di Desa Dasan Geria sendiri memperoleh program penanganan rumah sebanyak 13 unit untuk tahun ini. Sedangkan untuk Lombok Barat secara umum, sekitar 400 unit rumah yang dibangun. Ditambah lagi dari Provinsi dan BAZNAS. Sehingga ditargetkan mencapai 1000 unit rumah yang ditangani tahun ini. (her)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO