BerandaNTBLOMBOK UTARAPemda KLU Terapkan Bursa Kerja Berbasis Digital

Pemda KLU Terapkan Bursa Kerja Berbasis Digital

 

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupatan Lombok Utara (KLU) tergolong sukses mengintervensi pengangguran melalui fasilitasi bursa kerja atau job fair. Pengalaman tahun lalu, sebanyak 70 persen lowongan kerja yang disediakan puluhan perusahaan diisi oleh tenaga kerja formal dari Lombok Utara. Persentase tersebut ditargetkan meningkat melalui pendekatan bursa kerja berbasis digital.


Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Lombok Utara, Evi Winarni, SP., M.Si., di sela-sela pembukaan bursa kerja yang berlangsung pada 20-21 Mei 2026, di halaman kantor Dinas PMPTSP, Rabu (20/5/2026).


Tahun ini, bursa kerja menghadirkan 34 perusahaan dengan total jumlah lowongan kerja sebanyak 670 posisi kerja. Pada hari pertama pelaksanaan, partisipasi pencari kerja sebanyak 154 orang, dengan 63 persennya berasal dari Lombok Utara.


“Tahun (2025) lalu, dari sekitar 900 lowongan yang tersedia, sebanyak 70 persen berhasil diisi oleh warga Lombok Utara,” ujarnya mengisyaratkan adanya peningkatan persentase serapan.
Evi menjelaskan, fasilitasi pencari kerja oleh Pemda Lombok Utara akan ditingkatkan melalui pendekatan berbasis online. Langkah ini menyesuaikan dengan efektivitas dan efisiensi waktu antara pencari kerja dan perusahaan tanpa harus menunggu jadwal bursa kerja offline.


Bursa kerja berbasis digital telah disiapkan melalui aplikasi bernama “Gili Matra”. Fitur lowongan kerja dalam aplikasi tersebut akan memudahkan pencari kerja untuk mendapatkan peluang kerja sesuai keahlian maupun jurusan akademik yang dimiliki pelamar.


“Nanti semua loker bisa diakses masyarakat lewat aplikasi. Jadi tidak harus menunggu kegiatan offline,” imbuhnya.


Evi juga menyebut, aplikasi “Gili Matra” juga mengakomodir proses penempatan tenaga kerja luar negeri (pekerja migran), kepengurusan dokumen, maupun koordinasi dengan BP2MI untuk penempatan ke sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Yunani.


Sementara, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menekankan Pemda Lombok Utara akan terus berupaya mengurai persoalan sosial dan ekonomi akibat munculnya pengangguran. Selain pendekatan offline setiap tahun, penanganan berbasis digital menyesuaikan dengan perkembangan teknologi juga perlu diterapkan lebih dini.


Ia meyakini, pendekatan yang ditempuh Pemda melalui DPMPTSP KLU akan berdampak langsung terhadap perubahan status ekonomi dan kesejahteraan di tingkat keluarga.


Wabup menegaskan, penyesuaian pendekatan berbasis digital perlu lebih banyak disosialisasikan. Pasalnya, kendala klasik pemenuhan lowongan kerja bisa terjadi karena ketidaktahuan informasi oleh pencari kerja.


Ia juga meminta agar terdapat tolok ukur kinerja program bursa kerja. Selain sistem digital, laporan serapan dan pemantauan lapangan penting dilakukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan terus menerus.


“Permintaan tenaga kerja luar negeri cukup besar. Kendala kita masih pada penguasaan bahasa Inggris. Karena itu nanti kita akan kerja sama dengan beberapa LPK untuk pelatihan bahasa,” demikian Kusmalahadi. (ari)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO