BerandaHEADLINEPusat Wisata Arsip Interaktif

Pusat Wisata Arsip Interaktif


BANYAK pihak menganggap arsip sebagai dokumen lama. Padahal, di dalam arsip tersimpan pengetahuan, identitas dan perjalanan budaya, baik daerah maupun nasional. Adanya kondisi ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Dr. H. Ashari, S.H., M.H., ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap arsip yang selama ini identik dengan dokumen lama dan membosankan.


Kepada Suara NTB, Rabu (20/5), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan H. Ashari menegaskan komitmen pihaknya, khususnya Bidang Kearsipan menghadirkan konsep baru dalam mengenalkan sejarah daerah kepada masyarakat. Yakni melalui program Pusat Wisata Arsip Interaktif.
‘’Program ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap arsip yang selama ini identik dengan dokumen lama dan membosankan,’’ terangnya.


Dijelaskannya, konsep wisata arsip tidak hanya menghadirkan benda atau dokumen sejarah, tetapi juga menggabungkan unsur seni, visual, dan teknologi modern. Agar pengunjung dapat merasakan pengalaman belajar sejarah yang lebih hidup dan interaktif.


Nantinya, melalui arsip, pengunjung diajak menelusuri perjalanan NTB dari masa kesultanan, perjuangan sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan hingga perkembangan pariwisata modern. Dari sini nanti akan tumbuh rasa bangga, cinta daerah, dan kesadaran akan pentingnya menjaga memori kolektif bangsa.


Menurutnya, Wisata Arsip Interaktif yang dikembangkan pihaknya terbagi menjadi tiga segmen utama. Pertama, akan mengangkat masa sebelum kemerdekaan yang menampilkan sejarah kerajaan atau kesultanan yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.


‘’Misalnya, pada masa Kerajaan Selaparang, Kesultanan Sumbawa, Kesultanan Bima melalui arsip kerajaan, naskah lontar, hingga peta kolonial,’’ terangnya.


Segmen kedua, tambahnya, akan menampilkan perjalanan NTB setelah kemerdekaan. Seperti dari proses pembentukan provinsi, pembangunan daerah, hingga dokumentasi tokoh-tokoh penting NTB.


‘’Sementara segmen ketiga menampilkan perkembangan pariwisata NTB dari masa ke masa. Termasuk, arsip promosi wisata Lombok-Sumbawa, dokumentasi KEK Mandalika, hingga MotoGP Mandalika 2022,’’ tambahnya.


Dalam menumbuhkembangkan minat masyarakat mengunjungi Pusat Wisata Arsip Interaktif ini, mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB ini, menjelaskan, pihaknya membuat penyajian arsip lebih menarik agar masyarakat tidak merasa bosan ketika belajar sejarah. Dalam hal ini, kegiatan akan membagi menjadi tiga babak/segi dan disajikan lewat cerita, visual serta media yang memancing rasa penasaran ingin tahu dan tidak sekadar pajangan yang diam.


Pihaknya berharap, wisata arsip tersebut dapat berkembang menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya baru di NTB, sehingga mampu menjadi pusat rujukan sejarah yang membuka wawasan masyarakat. Tidak hanya itu, menjadi objek wisata unggulan yang memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah NTB kepada wisatawan selain objek wisata yang ada sekarang ini. (ham)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO