BerandaNTBSUMBAWAProgram Nelayan Tangguh Ditutup, PT Pegadaian Komitmen Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Program Nelayan Tangguh Ditutup, PT Pegadaian Komitmen Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

 

Sumbawa Besar (suarantb.com) –Yayasan Samawa Berdaya Lestari yang bekerjasama dengan PT Pegadaian, resmi menutup program Nelayan Tangguh di Desa Labuhan Burung, Kamis (21/5).

Program pemberdayaan masyarakat tersebut, merupakan salah upaya PT Pegadaian  melalui Program Tanggung Jawab  Sosial  dan  Lingkungan  (TJSL) dalam menguatkan  kemandirian  ekonomi masyarakat wilayah pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan. 

“Program Nelayan Tangguh ini merupakan program yang sangat luar biasa. Di satu sisi merupakan program pemberdayaan masyarakat dan potensi wilayah untuk menjadi lebih baik lagi serta memberikan dampak positif bagi lingkungan melalui program bank sampah,” kata Deputi bisnis PT Pegadaian Area Dompu, Mustofa. 

Mustofa melanjutkan, program bank sampah diharapkan bisa menjadi salah satu upaya dalam menekan permasalahan sampah yang terjadi selama ini. Sehingga ikhtiar melalui program bank sampah yang dimulai sejak dini untuk bisa melakukan pemilahan sampah serta mengolah sampah. 

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung seluruh program yang ada sehingga bisa memberikan manfaat secara menyeluruh kepada masyarakat agar lebih mandiri,” ucapnya. 

Ia pun berharap kepada masyarakat yang menerima program pelatihan tersebut untuk menggunakan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya. Sehingga bisa memberikan manfaat lebih pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan bisa tetap terjaga dari segala bentuk aktivitas merusak. 

“Kita tidak bisa menjaga lingkungan saja tetapi sosialnya tidak dijaga, sehingga sosial dan lingkungan harus bisa berjalan secara bersama-sama sehingga masyarakat bisa mendapatkan imbas positif dari adanya program tersebut,” harapnya. 

Camat Buer, Sri Sastra Dewi mengatakan, program nelayan tangguh ini harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai pengetahuan dan pendampingan yang diberikan selama ini tidak memberikan dampak apapun. 

“Jangan sampai sudah diberikan pengetahuan bagaimana cara mengelola sumber daya laut, tetapi justru lautnya malah dirusak. Nah ini mengatasi masalah tapi justru timbul masalah baru lagi,” ucapnya. 

Ia berharap kepada masyarakat yang sudah mengikuti program Nelayan Tangguh, untuk lebih menjaga lingkungan laut yang sehat dan bersih. Jangan sampai ada tindakan yang justru merusak lingkungan karena akan berdampak terhadap ekosistem laut dan akan berpengaruh ke pendapatan masyarakat. 

“Mari kita aplikasikan pembinaan yang sudah dilakukan selama ini, sehingga tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dengan menjaga lingkungan akan bisa terwujud dengan baik,” ujarnya. 

Kepala Desa Labuhan Burung, Iwan Iskandar Putra mengatakan, program TJSL melalui Nelayan Tangguh ini sangat luar biasa. Karena melalui program ini masyarakat di desa Labuhan Burung bisa mendapatkan pengalaman terutama melalui program penanganan sampah. Apalagi desa Labuhan Burung ini merupakan daerah hilir sebagai lokasi penampungan sampah dari desa lainnya. Muara dari 2 sungai. 

“Desa kami ini diibaratkan sebagai Jakarta yang merupakan daerah hilir. Jadi setiap sampah yang terbawah pasti akan menumpuk di desa kami,” ucapnya. 

Sementara dari segi produksi hasil kelautan sekarang sudah lebih bervariasi karena tidak hanya ikan. Melainkan ada beberapa produk olahan lainnya salah satunya bakso dan kerupuk ikan dan itu bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. 

“Alhamdulillah dari awal sampai dengan penutupan program ini berjalan sukses dan lancar. Kami berharap program ini bisa berlanjut di masa yang akan datang,” tukasnya. 

Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Lingkungan Program Nelayan Tangguh,  Emsal Yanuar mengatakan wilayah pesisir merupakan ruang hidup yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang sangat  strategis dan  rentan  terhadap  tekanan  aktivitas  manusia. 

“Ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya laut yang tinggi, di satu sisi menjadi kekuatan ekonomi lokal, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan tekanan terhadap daya dukung lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan,” Ucapnya.

Beberapa tahun terakhir lanjut Emsal, kawasan pesisir menghadapi tantangan  yang semakin kompleks, antara lain penurunan kualitas perairan akibat aktivitas budidaya dan limbah domestik. Selain itu meningkatnya  pencemaran  sampah,  serta  terbatasnya  kapasitas  masyarakat dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan. 

“Kondisi ini tidak hanya berdampak pada  degradasi  lingkungan,  tetapi  juga  secara  langsung  memengaruhi  produktivitas nelayan dan ketahanan ekonomi rumah tangga pesisir,” ujarnya.

Permasalahan tersebut menunjukkan isu lingkungan dan ekonomi di wilayah pesisir tidak  dapat  dipisahkan melainkan  saling  terkait  dalam  suatu  sistem  yang  saling memengaruhi. 

“Program Nelayan Tangguh dirancang dengan pendekatan integratif yang menggabungkan penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, serta penguatan kelembagaan lokal,” tambahnya. 

Selama pelaksanaan program, berbagai intervensi telah dilakukan, antara lain penguatan kapasitas nelayan melalui prinsip perikanan berkelanjutan. Pengembangan usaha produktif masyarakat  pesisir,  pelatihan  kader  monitoring  kualitas  air,  serta  pendampingan pembentukan kelompok pengelola bank sampah. 

“Kami juga menginisiasi penguatan komunikasi  multipihak  sebagai  upaya  membangun  kolaborasi  antara  masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Berbagai  capaian  tersebut  menunjukkan  adanya  fondasi  awal  menuju  kemandirian masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh capaian selama intervensi berlangsung, melainkan juga oleh keberlanjutan inisiatif yang telah dibangun setelah program berakhir.

“Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga harus menjadi titik awal implementasi nyata di tingkat masyarakat,” tukasnya. (ils/*) 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO