BerandaEKONOMIJelang Iduladha, Sejumlah Bapok Alami Kenaikan Harga

Jelang Iduladha, Sejumlah Bapok Alami Kenaikan Harga

 

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan harga jelang Hari Raya Iduladha. Seperti beras, minyak, bawang merah dan elpiji tiga kilogram. Ayam potong juga mengalami kenaikan dari Rp35 ribu per kilogram jadi Rp40 kilogram. Kenaikan, ini bukan karena kekosongan stok, melainkan karena tingginya permintaan sebab kurang dari sepekan akan berlangsung hari raya keagamaan.


Demikian disampaikan Asisten II Setda NTB, Lalu Mohammad Faozal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Mataram pada Kamis, 21 Mei 2026.
“Masih terus dipantau di semua sentra produksi kita. Dinas Peternakan juga tadi saya minta mengecek sentra-sentra ayam potong kita untuk dipantau,” ujarnya.


Kenaikan beberapa bapok yang disuplai oleh Bulog bukan karena kekurangan stok, melainkan karena adanya kenaikan harga kemasan yang berimbas pada kenaikan beras secara keseluruhan. Sementara, stok beras daerah di gudang Bulog bisa bertahan hingga dua tahun.


Begitupun dengan kenaikan harga bawang merah yang semula Rp35 ribu, kini menjadi Rp40-45 ribu per kilogram dipastikan bukan karena kekurangan stok, melainkan karena adanya melonjaknya biaya saat distribusi dan imbas kenaikan harga BBM non subsidi.


Di lain sisi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Hario Kartiko Pamungkas mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan guna memastikan kestabilan harga dan keamanan pasokan pangan di daerah.


Tidak hanya pemantauan lapangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi maupun kabupaten/kota juga menggelar pasar murah di sejumlah wilayah sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.


Manager Pemasaran Perum Bulog Kanwil NTB, Kurnia Rahmawati memastikan stok beras dan minyak goreng masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB. Distribusi terus dilakukan ke sejumlah pasar, termasuk Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika.


“Jadi untuk ketersediaan dari Bulog, kami menyuplai ke pasar-pasar terutama di pasar penyeimbang yaitu ada beras medium SPHP dan juga beras premium, ada Minyakita yang lagi laris-larisnya diserbu oleh masyarakat. Dan alhamdulillah cukup,” katanya.


Bulog juga memastikan harga penjualan di pasaran masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras medium, HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram, sementara di pasar dijual rata-rata Rp12.000 per kilogram. Sedangkan Minyakita dengan HET Rp15.700 dijual di pasaran sekitar Rp15.500.


“Untuk stok alhamdulillah aman, jadi untuk beras kita amannya bahkan sampai dua tahun. Stok yang tersedia di kami sekitar 200 ribu ton, jadi memang sangat aman. Kemudian untuk Minyakita stoknya terbatas tapi masih bisa menjangkau seluruh pedagang pasar,” jelasnya. (era)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO