Mataram (Suara NTB) – Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menjadi kawasan industri nasional. NTB yang berada di tengah-tengah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur tengah dari tiga region perdagangan dan budaya. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekosistem industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempercepat pembangunan kawasan industri di NTB sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang perwilayahan industri, khususnya dalam upaya pemerataan pembangunan industri di luar Pulau Jawa melalui sinergi lintas sektor di tingkat daerah.
Wilayah Bali Nusra menjadi salah satu kawasan potensial yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan industri dan peningkatan nilai ekonomi daerah.
“Pemerintah pusat juga tengah melakukan pemetaan wilayah potensial di NTB sebagai bagian dari strategi penguatan kawasan industri nasional,” ujar Wiranata, pekan kemarin.
Terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian Pemprov NTB, yakni percepatan pembentukan entitas pengelola Kawasan Industri Sumbawa Barat yang ekosistem industrinya dinilai telah terbentuk di Pulau Sumbawa, serta realisasi pengembangan Aero City dan kawasan peruntukan industri di Pulau Lombok.
Adapun pembangunan kawasan industri menjadi langkah penting untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri daerah.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik, pada akhir tahun 2025 lalu sektor industri pengolahan menjadi salah satu faktor penentu tumbuhnya ekonomi NTB. Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyatakan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian NTB pada Triwulan IV-2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,04 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp30,07 triliun.
“Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi NTB tetap bergerak dan bertumbuh di tengah dinamika ekonomi nasional dan global,” ujarnya.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 25,32 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 64,09 persen.
BPS NTB juga mencatat pertumbuhan ekonomi NTB secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan IV-2025 mencapai 12,49 persen dibandingkan Triwulan IV-2024. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang mengalami lonjakan signifikan hingga 137,78 persen.
“Industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan tahunan NTB, sejalan dengan meningkatnya nilai tambah komoditas dan aktivitas hilirisasi,” jelasnya. (era)


