Praya (Suara NTB) – Laju investasi di kawasan The Mandalika terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir tahun 2025 lalu, nilai investasi yang masuk baik investasi dalam negeri maupun luar negeri sudah menembus angka Rp6 triilun lebih. Dengan nilai investasi sebesar itu, total tenaga kerja yang masuk diserap mencapai 26 ribu orang lebih.
Total investasi yang masuk tersebut bersumber dari 27 investor dan pelaku usaha yang berasal dari beberapa negara seperti Jepang, Singapura, Spanyol hingga Amerika Serikat dan Maroko. Termasuk investor dalam negeri. Dengan cakupan usaha mulai dari sektor hospitality, lifestyle tourism, utilitas kawasan hingga kegiatan usaha pendukung motorsport ecosystem.
“Raihan ini menunjukkan bahwa berkembangnya ekosistem pariwisata juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy R. Warokka, dalam keterangnya di kawasan Kuta Mandalika, Jumat (23/5) malam.
Bagi kawasan The Mandalika sendiri, peningkatan nilai investasi yang masuk tersebut sangat penting. Karena itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor untuk mau berinvestasi di kawasan The Mandalika dengan potensi yang dimiliki saat ini. Bahwa di mata para investor, kawasan The Mandalika memiliki prospek sebagai destiasi pariwisata kelas dunia.
“ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika berkomitmen untuk terus mendorong penguatan ekosistem investasi di kawasan. Dengan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional,” ujarnya.
Dari sisi pariwisata, lanjut Troy, selama tahun 2026 ini kawasan The Mandalika juga terus tumbuh dan bergerak. Angka kunjungan wisatawan hingga April 2026 sudah mencapai 285 ribu. Dengan lama tinggal rata-rata 2,33 hari serta okupansi hotel di kawasan The Mandalika naik menjadi 44,57 persen. Lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membawa dampak secara ekonomi yang cukup besar bagi para pelaku usaha lokal, UMKM dan sektor hospitality lainnya di sekitar kawasan The Mandalika. “Kawasan The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung kekuatan alam, ekosistem kawasan dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat,” tambah Direktur Utama PT. Kleo Mandalika Resort Satoki Okazaki, terpisah. (kir)


