Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sukses mencapai target ganda di gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026 ini. Selain sukses menjadi tuan rumah, kafilah Bumi Tatas Tuhu Trasna juga berhasil meraih juara umum untuk yang kedua kalinya secara beruntun. Namun sukses tersebut diwarnai sejumlah kontroversi.
Salah satu yang paling menjadi sorotan terkait sukses Maesarah, wakil Loteng di mata lomba tilawah kategori dewasa putri. Pada babak penyisiran Maesarah berhasil meraih poin tertinggi, sehingga berhak tampil di babak final. Namun keberhasilan tersebut menuai protes karena Maesarah diketahui melakukan kesalahan baca pada salah satu ayat.
Dengan kesalahan tersebut, Maesarah dinilai tidak layak tampil di babak final, lantaran dinilai melakukan kesalahan yang paling mendasar. Pasca-protes muncul, Dewan Hakim MTQ NTB kemudian melakukan pemeriksaan dan pengecek ulang terhadap kesalahan yang ada. Hingga pada akhirnya Dewan Hakim memutuskan memberikan pemotongan poin terhadap Maesarah.
Meski telah mendapat potongan poin, Maesarah tetap dinyatakan berhak tampil di final. Setelah pemotongan poin, total poin yang dikumpulkan Maesarah masih menempatkannya di posisi tiga besar. Maesarah menempati slot terakhir untuk berlaga di babak final. Dan, di babak final yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026) malam, Maesarah tampil gemilang.
“Berdasarkan hasil evaluasi internal yang dilakukan majelis hakim ditemukan adanya perbedaan pencatatan terhadap salah satu kesalahan peserta yang termasuk kategori kesalahan jail,” sebut Koordinator Dewan Hakim MTQ NTB Prof. Dr. KH. Muhammad Zaidi Abdad, M.Ag., dalam keterangan resminya.
Setelah dilakukan penelaahan ulang terhadap rekaman penampilan yang beredar dan bahan pendukung lainnya, majelis hakim bersepakat mengoreksi nilai sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan kalau peristiwa tersebut merupakan bagian kekeliruan manusia atau human error dalam proses penilaian. Dan, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan ataupun keberpihakan kepada pihak tertentu.
“Mekanisme evaluasi dan koreksi yang dilakukan justru merupakan bentuk komitmen dewan hakim dalam menjaga objektivitas, profesionalitas, dan integritas penilaian,” ujarnya.
Wakil Lombok Tengah Tampil Dominan MTQ NTB
Terlepas dari kontroversi Maesarah, para wakil Loteng pada MTQ NTB kali ini tampil dominan. Pada babak final MTQ NTB disemua mata lomba yang ada, kafilah Loteng sukses mengirim 31 wakilnya di babak puncak. Dengan 13 wakil Loteng sukses menjadi yang terbaik dan masing-masing sembilan wakil lainnya meraih terbaik kedua dan terbaik ketiga.
Dengan raihan tersebut kafilah Loteng sukses menyumpulkan total 245 poin. Unggul jauh dari kafilah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang hanya mengumpulkan 177 poin di posisi kedua. Sementara itu kafilah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melengkapi posisi tiga besar dengan 145 poin.
“Yang paling penting sekarang bukan hanya pandai membaca Al Qur’an saja. Tapi bagaimana nilai-nilai Al Qur’an bisa diimplementasikan dalam kehidpan sehar-hari,” ujar Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., saat penutupan MTQ NTB 2026, Senin (15/6/2026) malam.
Sukses tersebut juga menempatkan Loteng menjadi penyumbang qori dan qoriah terbanyak untuk kafilah NTB pada gelaran MTQ tingkat nasional yang direncanakan berlangsung di Provinsi Jawa Tengah di tahun 2026 ini. (kir)

