BerandaNTBLOMBOK BARATLama Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak Parah Menuju Pasar Sekotong Segera Diperbaiki

Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak Parah Menuju Pasar Sekotong Segera Diperbaiki

 

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan menuju pasar Sekotong Lombok Barat (Lobar) dikeluhkan warga, lantaran telah lama kondisinya rusak parah. Kondisi jalan rusak ini sangat mengganggu aktivitas warga ke pasar tersebut. Menindaklanjuti keluhan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar melalui Dinas PUPRPKP pun mengalokasikan anggaran untuk penanganan jalan ini pada tahun 2026.

M. Habibi, warga yang hampir tiap hari melewati jalan tersebut sangat merasakan dampak kerusakan akses tersebut. Kerusakan jalan itu sangat menganggu aktivitas warga. “Terutama yang ke pasar sangat terganggu, tiap hari lewat jalan ini,” kata Habibi akhir pekan kemarin.

Banyak pedagang maupun warga yang membeli kebutuhan ke pasar itu, tiap hari melewati jalan itu. Warga melewati kubangan lumpur, di sepanjang jalan tersebut.

Jalan ini telah lama rusak parah, tetapi belum ditangani. Ia berharap agar jalan itu segera ditangani Pemkab. “Kami berharap agar segera ditangani lah,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi mengungkapkan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp74 miliar untuk menangani sekitar 50 ruas jalan di berbagai titik strategis.

Program ini dirancang dengan pendekatan komprehensif, mulai dari pemeliharaan rutin hingga peningkatan status jalan guna mendukung aksesibilitas fasilitas publik. “Jadi untuk overlay dan patching, ada 33 ruas jalan yang akan kami gas tahun ini. Sedangkan untuk peningkatan dan rehabilitasi, ada sekitar 15 ruas jalan utama,” ujar Lalu Ratnawi.

Pihaknya menekankan, prioritas pembangunan diarahkan pada jalur-jalur yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat, seperti akses menuju pusat kesehatan, pasar, dan lembaga pendidikan.

Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar prioritas utama antara lain kawasan Kebon Ayu, Gunung Pengsong, hingga jalur Banyu Mulek. Selain itu, perbaikan signifikan akan dilakukan pada jalur Terusan Terong Tawah menuju Kantor Dinas Pertanian serta kawasan wisata Labuan Poh.

“Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah ruas jalan di depan Pasar Sekotong yang direncanakan akan segera di-hotmix dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,7 miliar,” imbuhnya.

Selain fokus pada pengerasan jalan, Dinas PUPR juga menaruh perhatian besar pada infrastruktur jembatan. Jembatan Parengge menjadi salah satu proyek mercusuar dengan alokasi anggaran sekitar Rp6 miliar.

Tidak hanya itu, satu jembatan lain di wilayah perbatasan dengan Lombok Tengah juga masuk dalam skema pengerjaan tahun ini. Ratnawi menegaskan, seluruh proses ini telah melalui tahap inventarisasi data yang akurat. Ia menepis anggapan bahwa perbaikan jalan dilakukan hanya berdasarkan isu yang viral di media sosial.

“Jangan nanti buat berita karena viral langsung ditangani. Kami ini bekerja berdasarkan inventarisasi data kerusakan yang sudah kami lakukan,” tegasnya.

Di sektor pengairan, Pemkab Lobar juga tengah memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Usulan tersebut mencakup dana sebesar Rp58 miliar yang dikhususkan untuk saluran irigasi primer.

Program ini direncanakan akan menyasar 10 Daerah Irigasi (DI) serta pembangunan sumur bor untuk mendukung kemandirian air bagi kelompok tani di wilayah yang membutuhkan dukungan teknis lebih lanjut.

Lalu Ratnawi berharap usulan tambahan anggaran sebesar Rp108 miliar yang diajukan untuk jalan desa melalui dana Inpres dapat segera terealisasi. Anggaran ini dinilai sangat krusial, terutama untuk mengembangkan kawasan selatan Lobar yang memiliki konsep tematik pesisir. (her)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO