BerandaHEADLINEMuseum NTB Mampu Gerakkan Roda Ekonomi Daerah hingga Rp3,4 Miliar

Museum NTB Mampu Gerakkan Roda Ekonomi Daerah hingga Rp3,4 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Keberadaan Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) terbukti memberikan dampak positif bagi roda perekonomian daerah. Berdasarkan kajian internal, pusat kebudayaan ini mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga mencapai Rp3,4 miliar dalam setahun.
Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, SH., M.H., menjelaskan bahwa keberadaan museum memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Fenomena ini ia sebut sebagai dampak “ekonomi-budaya”.


“Makanya, dampaknya itu kan banyak, ekonomi budaya ya. Jadi bagaimana kebudayaan itu menggerakkan ekonomi. Nah, di berapa destinasi wisata kan mereka menjual tentang kebudayaan mereka,” ujarnya, beberapa waktu lalu.


Efek domino yang dimaksud mencakup perluasan lapangan pekerjaan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar area museum. Menurutnya, aktivitas wisata berbasis budaya ini secara alami menciptakan pasar baru.


“Ya orang yang berdagang, kan? Terus di mana ada kerumunan kan biasanya akan ada pergerakan ekonomi,” jelas Ahmad.


Berdasarkan data tahun 2025, perputaran ekonomi ini tidak hanya bersumber dari penjualan tiket masuk, melainkan dari pengeluaran riil para pengunjung saat berwisata:


Untuk pengunjung domestik, tercatat sebanyak 41.763 orang dengan rata-rata belanja Rp34 ribu per orang untuk kebutuhan konsumsi, transportasi, dan akomodasi lokal. Kontribusi kelompok ini menyentuh angka Rp1,4 miliar.


Sementara untuk pengunjung mancanegara, tercatat sebanyak 2.673 orang. Dengan pola belanja yang mencakup biaya penginapan, restoran, dan jasa pemandu wisata, rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp1,3 juta per orang.


Jika akumulasi pengeluaran seluruh wisatawan tersebut digabungkan, total perputaran ekonomi yang dihasilkan dalam setahun menyentuh angka sekitar Rp3,4 miliar.


“Dalam setahun. Itu hitung-hitungannya orang datang, misal datang itu 65.000. Belanja sehari, datang, pengeluaran bensin, belanja. Kalau dari luar kan menginap. Nah, itu bentuk-bentuk yang kita hitung,” jelas Ahmad.


Modernisasi Konsep Museum
Melihat potensi yang besar ini, manajemen Museum NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas guna mendongkrak jumlah kunjungan setiap tahunnya. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah merombak cara penyajian sejarah kepada publik.
“Secara internasional, museum ini memang terus berubah konsepnya. Kalau dulu hanya menyajikan, menampilkan, sekarang konsep museum itu tidak hanya menyajikan, tapi juga menceritakan,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO