BerandaNTBKOTA MATARAMBaznas Kota Mataram Siapkan Rp500 Juta untuk Renovasi 20 RTLH

Baznas Kota Mataram Siapkan Rp500 Juta untuk Renovasi 20 RTLH

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk merenovasi sedikitnya 20 rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Baznas dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.

Setiap penerima bantuan akan memperoleh anggaran renovasi sebesar Rp25 juta. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah warga yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, seperti kerusakan atap, dinding, lantai, hingga fasilitas dasar rumah tinggal.

Ketua Baznas Kota Mataram, H. Djaswad, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan internal untuk menentukan sasaran penerima bantuan renovasi RTLH tersebut.

“Untuk 2026 dianggarkan renovasi 20 unit RTLH dengan total anggaran Rp500 juta. Satu rumah mendapatkan bantuan Rp25 juta. Sekarang masih kami rapatkan untuk menentukan sasarannya,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan. Baznas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, sebelum melaksanakan rapat bersama para camat dan lurah.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan tidak terjadi tumpang tindih dengan program bantuan rumah dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Menurut Djaswad, pemerintah kelurahan nantinya akan mengusulkan warga yang dinilai layak menerima bantuan renovasi rumah. Namun, usulan tersebut tidak serta-merta langsung disetujui Baznas.

Pihaknya tetap akan melakukan survei dan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi rumah penerima benar-benar masuk kategori tidak layak huni serta dihuni oleh masyarakat kurang mampu.

“Setelah ada usulan dari kelurahan, kami akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi rumah yang direkomendasikan memang layak mendapatkan bantuan,” katanya.

Ia menegaskan, verifikasi lapangan menjadi bagian penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain kondisi bangunan rumah, Baznas juga akan melihat kondisi ekonomi keluarga calon penerima bantuan.

Djaswad menambahkan, seluruh anggaran renovasi RTLH tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari berbagai sumber seperti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

“Dananya berasal dari zakat, infak, dan sedekah. Tidak ada sumber lain,” jelasnya.

Program renovasi RTLH sendiri rutin dijalankan Baznas Kota Mataram setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program tersebut, Baznas berharap warga penerima bantuan dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan membuat mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO