Mataram (Suara NTB) – Brand roti sehat “Roti Loe” resmi diperkenalkan kepada masyarakat di Kota Mataram. Mengusung konsep roti berbahan sofdoh, less sugar, dan less gluten, usaha kuliner ini menawarkan alternatif roti yang lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasa yang akrab di lidah masyarakat lokal.
Pengelola Tuko Roti, Oche Sagita, mengatakan konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan alternatif produk bakery yang lebih nyaman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak, balita, hingga masyarakat yang memiliki intoleransi gluten.
“Roti yang kami hadirkan rendah gula, rendah gluten, dan tanpa pengawet. Bahan-bahan yang digunakan juga merupakan bahan pilihan dan premium sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan,” ujar Oche saat ditemui pada soft opening, Sabtu (30/5).
Menurutnya, keunggulan tersebut menjadi pembeda utama Roti Loe dibandingkan toko roti lain yang telah lebih dahulu hadir di pasaran. Selain mengedepankan aspek kesehatan, harga produk yang ditawarkan juga relatif terjangkau, mulai dari Rp9.000 per item.
Roti Loe menyasar pasar yang luas, mulai dari pecinta roti, pencinta camilan, hingga penggemar bakery dan cake. Oche mengungkapkan sebagian besar produk yang dijual memiliki cita rasa yang tidak terlalu manis namun tetap lezat.
“Kalau di tempat lain rotinya cenderung manis, di sini kami menawarkan rasa yang lebih ringan, tidak terlalu manis, tetapi tetap nikmat dan tidak membuat tenggorokan sakit maupun perut terasa begah,” katanya.
Pada tahap awal, Roti Loe berencana menghadirkan sekitar 18 varian produk dari rencana awal sebanyak 32 varian. Beberapa produk unggulan yang akan tersedia antara lain softdough sebagai menu signature, cinnamon roll, dan bagel yang dikreasikan dengan sentuhan cita rasa lokal.
Selain fokus pada produk bakery, Roti Loe juga membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk menitipkan produk mereka di toko tersebut.
“Kami membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk menitipkan produknya di sini. Nantinya produk akan melalui proses kurasi dan pemeriksaan kualitas terlebih dahulu agar memenuhi standar konsumsi yang baik,” jelas Oche.
Ia menegaskan bahwa seluruh UMKM lokal dipersilakan mengajukan kerja sama melalui media sosial maupun dengan datang langsung ke lokasi toko.
Gagasan mendirikan Roti Loe, lanjut Oche, berawal dari pengalamannya sebagai pecinta roti yang sering merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi roti tertentu. Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan menghadirkan produk bakery yang lebih ramah bagi sistem pencernaan namun tetap memiliki kualitas premium dengan harga terjangkau.
“Kami ingin menghadirkan roti yang enak, sehat, tidak membuat perut begah, dan bisa dinikmati setiap hari oleh semua kalangan,” ujarnya.
Meski telah mulai beroperasi, Oche menjelaskan bahwa proses penyempurnaan interior toko masih berlangsung. Dalam satu hingga dua minggu ke depan, sejumlah elemen interior akan dilengkapi sebelum pelaksanaan grand opening secara resmi.
“Saat ini kami membuka toko terlebih dahulu untuk publik sambil menunggu penyelesaian interior. Setelah semuanya selesai, baru akan dilakukan grand opening,” pungkasnya. (fit)


