Tanjung (Suara NTB) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Amor-amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dipercepat. Jelang peluncuran nasional pada 20 Juni mendatang, fasilitas ini diharapkan sudah bisa menampung setidaknya 485 orang siswa di semua jenjang (SD, SMP, SMA).
Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Lombok Utara, Fathurrahman, S.Sos., melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos PPPA KLU, Sukardin, kepada wartawan, Rabu (3/6/2026), mengungkapkan Sekolah Rakyat di Lombok Utara, ditarget bisa diluncurkan pada bulan Juni 2026 ini. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat diakui mencapai lebih dari 30 persen.
“Pengerjaan konstruksi memprioritaskan fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama siswa, tempat ibadah, kantin, dan ruang terbuka hijau. Progresnya dipercepat karena target launching pada 20 Juni 2026 nanti,” ujar Sukardin.
Sekolah Rakyat di Lombok Utara diproyeksikan sudah dapat menerima peserta didik baru pascapeluncurannya. Oleh karenanya, Dinsos bekerja sama dengan Pendamping PKH Kemensos, sedang memetakan daftar murid dari kalangan keluarga yang masuk dalam data desil 1 dan detail 2.
Ia mengatakan, pendataan siswa dilakukan pada Mei-Juni, selanjutnya dilakukan seleksi dan verifikasi pada bulan Juli.
Pada tahun pertama beroperasi, Sekolah Rakyat di Lombok Utara diproyeksikan akan menampung 485 orang siswa dari seluruh NTB. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Lombok Utara memperoleh kuota khusus sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel) atau 270 siswa. Rombel tersebut nantinya dibagi masing-masing tiga rombel tiap jenjang, baik SD, SMP dan SMA. Dengan setiap rombel berjumlah 30 orang, maka setiap jenjang (SD-SMA) terdapat 90 orang siswa.
“Nantihya, siswa dari Lombok Barat, Lombok Timur hingga Sumbawa akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Lombok Utara,” imbuhnya.
Sementara, Koordinator PKH Kabupaten Lombok Utara, Raden Zulkarnaen, mengatakan, pihaknya ikut terlibat dalam pendampingan dan verifikasi calon siswa yang masuk dalam kategori prioritas. Penerimaan siswa tidak dilakukan terbuka, tetapi mengutamakan siswa dari keluarga kurang mampu kelompok desil 1 dan desil 2 mampu yang masuk dalam database Kemensos keluarga dalam kelompok desil 1 dan 2.
“Dari total 4.877 anak yang masuk dalam data sasaran, sekitar 259 anak putus sekolah di Lombok Utara yang menjadi prioritas utama,” ujar Zul.
Ia menambahkan, pendampingan rekrutmen juga berlaku untuk siswa yang sudah menamatkan pendidikan di tiap jenjang. Langkah ini untuk memastikan tidak ada siswa kurang mampu yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. (ari)


