BerandaNTBSUMBAWAPengelolaan IPAL di SPPG Jadi Atensi

Pengelolaan IPAL di SPPG Jadi Atensi


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, memberikan atensi khusus terhadap pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang diproduksi belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengelolaan instalasi pengolahan limbah harus memenuhi standar baku ditetapkan pemerintah.


“Kami tetap memberikan atensi khusus terkait IPAL ini, bahkan kami sudah ke beberapa SPPG untuk melihat secara langsung IPAL mereka apakah sudah sesuai standar atau belum,” kata Kepala Bidang P3 Gakum, Dina Eka Siswati, kepada Suara NTB, Kamis (4/6).


Dina melanjutkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan rata-rata SPPG yang beroperasi di Sumbawa, masih berusaha memenuhi standar IPAL yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah pun tetap akan melakukan pendampingan dan pembinaan dalam memenuhi standar tersebut.


“Mereka responnya sangat bagus dan mereka juga memahami bahwa IPAL ini sangat penting dan kami tetap akan melakukan pembinaan kepada mereka untuk memenuhi syarat tersebut,” ucapnya.


Persoalan IPAL ini tentu menjadi atensi khusus pasca sebelumnya ada 7 SPPG yang ditutup sementara oleh pemerintah. Penutupan ini akibat pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar. Pihaknya juga akan segera melakukan pembinaan secara intens dengan leading sektor terkait membahas persoalan IPAL ini.


Selain masalah instalasi pengolahan limbah, pola pengolahan sampah SPPG juga menjadi atensi. Sampah yang diproduksi SPPG ini, mayoritas sampah organik dan cukup banyak sehingga harus dilakukan pemilihan terlebih dahulu.


“Sampah yang dihasilkan SPPG ini harus dilakukan pemilihan sebelum dibuang ke TPA dan itu sudah menjadi salah satu syarat SPPG bisa beroperasi atau tidak dan kami tetap memberikan atensi khusus,” ucapnya.


Perlakuan sampah SPPG ini lanjutnya, tentu sangat berbeda dengan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Sebab, volumenya lebih besar dibandingkan dengan sampah yang dihasilkan masyarakat khususnya sampah organik seperti sayur-sayuran dan sangat cepat pembusukan.


“Memang sudah ada beberapa SPPG yang mempihakketigakan untuk penanganan sampahnya, tetapi itupun belum maksimal dengan volume sampah yang dihasilkan per hari,” tambahnya.


Ia berharap kepada seluruh pengelola SPPG untuk bisa melaporkan jumlah sampah yang di produksi per harinya. Data tersebut dianggap sangat penting sehingga penanganan yang akan dilakukan nanti bisa lebih maksimal dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.

“Kami minta kepada seluruh SPPG untuk bisa menaati aturan yang sudah disepakati. Sehingga keberadaan dari SPPG secara utuh bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” ujarnya. (ils)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO