BerandaNTBLOMBOK TIMURHasil TKA Memprihatinkan, Sekolah Diminta Lebih Inovatif Tingkatkan Literasi Siswa

Hasil TKA Memprihatinkan, Sekolah Diminta Lebih Inovatif Tingkatkan Literasi Siswa

Selong (Suara NTB) – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah (Loteng) masih memprihatikan. Kondisi ini perlu menjadi atensi serius. Semua satuan pendidikan diminta lebih Inovatif tingkatkan literasi siswa sehingga ke depan hasil TKA menjadi lebih baik.

Kepala Unit Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Wilayah II untuk Lombok Timur dan Lombok Tengah, Supriadi, mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMA sederajat tingkat nasional tahun 2026 masih sangat rendah.

“Rata-rata nilai TKA siswa kita masih tendah. Ini perlu  bagi kita semua,” ujar Supriadi menjawab Suara NTB, di kantornya, Jumat (5/6/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dikpora NTB segera bergerak mencari solusi. Langkah konkret yang diambil adalah menjalin kolaborasi dengan Balai Bahasa NTB untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, yang menjadi akar masalah rendahnya hasil TKA.

“Secara otomatis, literasi kita masih kurang. Padahal jika literasi dan numerasi bagus, hasil TKA akan ikut meningkat,” tegas Supriadi.

Pendekatan Pembelajaran Harus Disesuaikan untuk Tingkatkan TKA

Supriadi menjelaskan, pendekatan pembelajaran harus segera disesuaikan. Materi mata pelajaran perlu diarahkan untuk membangun kemampuan analisis sosial siswa. Guru pun dituntut memiliki trik dan pengetahuan mumpuni agar mampu mengajarkan cara berpikir kritis.

“Guru harus punya trik. Bukan sekadar mengajar, tetapi bagaimana membimbing siswa menganalisis soal. Selama ini siswa punya kemampuan dasar, tapi kelemahan utama mereka ada pada proses analisis,” jelasnya.

Dikpora akan memanggil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan para kepala sekolah untuk menyusun strategi bersama. Rencananya, akan diadakan pelatihan khusus yang melibatkan 200 siswa sebagai percontohan.

“Kami akan kumpulkan MGMP dan kepala sekolah. Apa sebenarnya masalahnya sehingga kemampuan siswa masih kurang? Lalu ajarkan ke siswa seperti apa trik yang harus dimiliki guru. Sebelum TKA ke depan, kita kumpul dan follow up (tindak lanjuti),” imbuh Supriadi.

Salah satu inovasi yang sedang dikaji adalah penyusunan bahan ajar khusus serta trik menjawab soal berbasis analisis. Kolaborasi dengan Balai Bahasa diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara berpikir kritis dan terstruktur.

“Setelah pelatihan, mudah-mudahan ilmu yang didapat 200 siswa ini bisa dishare ke teman-temannya yang lain,” harap Supriadi.

Dengan berbagai upaya tersebut, Dikpora NTB optimistis mampu mengejar ketertinggalan dan meningkatkan hasil TKA pada tahun ajaran berikutnya. Seluruh pemangku kebijakan di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah diminta bergerak cepat agar kualitas pendidikan segera pulih. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO