Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah kondisi situasi ekonomi sulit saat ini dengan kenaikan harga Bahan Pokok (Bapok), masyarakat Lombok Barat (Lobar) terbantu dengan bantuan pangan dari pemerintah. Seperti warga di Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, mendapatkan bantuan pangan. Ribuan warga setempat mulai menerima bantuan pangan pemerintah yang disalurkan untuk periode dua bulan sekaligus.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga penerima manfaat. Sebanyak 1.343 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan bulan Februari dan Maret.
Dalam proses distribusi tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai 2.686 sak beras atau setara puluhan ton beras serta 5.372 liter minyak goreng. Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya penyaluran bantuan pangan tahun ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat karena menyasar kebutuhan pokok yang paling mendasar.
“Alhamdulillah, untuk penyaluran bantuan pangan tahun ini merupakan penyaluran pertama untuk dua bulan sekaligus. Proses distribusinya kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari agar seluruh warga Desa Taman Ayu dapat menerima bantuan dengan baik,” ujar M. Tajudin di kantor Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, (Jumat 5/6/2026).
Ia menegaskan bantuan pangan memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat yang tergolong rentan. “Ketika kebutuhan dasar seperti beras dan minyak terpenuhi, maka persoalan-persoalan lain dalam rumah tangga juga akan lebih mudah dihadapi,” katanya.
Menurut Tajudin, langkah pemerintah menghadirkan bantuan pangan di tengah tekanan ekonomi saat ini merupakan kebijakan yang tepat. Ia menilai program tersebut mampu menjadi bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak kenaikan berbagai kebutuhan hidup.
“Ketika ada tekanan fiskal dan berbagai dinamika ekonomi, program seperti ini hadir pada waktu yang tepat. Ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga penerimanya benar-benar masyarakat yang membutuhkan. “Pendataannya menggunakan DTKS sehingga penerimanya lebih tepat sasaran. Untuk persoalan data, kami tidak terlalu khawatir karena yang tercatat memang warga yang membutuhkan bantuan,” tegasnya. Meski demikian, Tajudin berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada beras dan minyak goreng. Ia menilai kebutuhan pokok lainnya, seperti gas elpiji, juga perlu mendapatkan perhatian karena menjadi kebutuhan penting masyarakat sehari-hari. (her)


