Giri Menang (Suara NTB) – Musibah kebakaran kembali melanda daerah Lombok Barat (Lobar). Kali ini, rumah warga di Peresak Kecamatan Narmada ludes terbakar pada Selasa (3/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi sebanyak 21 korban terdampak tak memiliki tempat tinggal akibat rumah beserta isinya hangus dilalap si jago merah.
Bahkan, di antara para korban terdampak, ada tiga balita dan pelajar. Semua pakaian dan kelengkapan belajarnya hangus. Saat ini mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah.
Anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar, H. Kamarudin menyampaikan insiden kebakaran itu terjadi di Dusun Peresak Utara, Desa Peresak, Kecamatan Narmada.
“Tadi siang (Selasa (4/8), red) kejadiannya sekitar jam 11.00. Empat KK (kepala keluarga) dengan jumlah jiwa 21 orang yang ndak bisa tempati rumahnya,” kata Politisi Nasdem itu.
Empat Rumah itu ditinggali oleh keluarga Inaq Kanah bersama anak-anaknya yang sudah menikah. Dengan total penghuni sebanyak 21 orang. Di antara mereka ada yang masih balita, pelajar dan dewasa hingga orang tua.
Dalam kejadian itu, semua perabotan ikut dilalap api. Korban terdampak pun saat ini tidak memiliki pakaian. “Kami sudah serahkan pakaian, selimut, sarung sajadah dan lainnya ke korban terdampak,” ujarnya.
Pihaknya pun sudah turun ke lokasi dan berupaya membantu dengan memberikan logistik dan pakaian layak untuk bisa dipakai oleh korban terdampak.
Selain itu, ia juga sudah berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Sosial. Tim Dinsos pun sudah turun ke lokasi.
“Kami sudah minta pak Kades untuk bersurat ke semua instansi itu,” imbuhnya.
Pihaknya berharap agar OPD terkait segera membantu warga terdampak, baik bantuan logistik maupun renovasi rumahnya.
Khusus bagi pelajar atau siswa SMK yang terdampak pakaian dan alat belajarnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah agar diberikan dispensasi bisa menggunakan pakaian bebas sementara waktu ini. Menurutnya rentang kendali atau jarak tempuh yang jauh, menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran di wilayah Narmada.
Untuk itu pihaknya telah lama menyuarakan usulan agar disiapkan UPT Damkar di wilayah Narmada. “Pernah kami sampaikan beberapa kejadian (kebakaran) di Narmada, seperti kebakaran toko dan lainnya, aksesnya jauh butuh waktu 30-40 menit sehingga kami minta Damkar stanby disana atau membuka unit di Kantor Camat,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan, dan kecamatan pun sudah siap untuk stanby.
Politisi Nasdem itu berharap agar Pemkab merealisasikan unit Damkar di Narmada, untuk bisa mencakup Narmada dan Lingsar. Terlebih saat ini musim kemarau dan El Nino cukup rawan memicu kebakaran.
Sementara itu berdasarkan informasi dari Damkarmat Lobar, menerima laporan dari warga terkait kebakaran rumah milik Fauzan Mauli di Dusun Peresak Utara Desa Peresak.
“Sekitar pukul 12.00 Wita kami menerima laporan dari Bapak Rahim, bahwa telah terjadi kebakaran rumah beserta isinya,” terang Kepala Damkarmat Lobar H Suherman.
Pihaknya pun berupaya merespon cepat dengan menerjunkan 2 unit mobil pemadam dari Kantor Pusat Damkarmat di Gerung. Tim kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 12.27 Wita. Api bisa dipadamkan dengan satu tangki air.
Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, tetapi warga diperkirakan mengalami Kerugian puluhan juta. Pihaknya pun menyampaikan duka mendalam atas musibah yang dialami Fauzan. Sekaligus pihaknya menghimbau warga agar waspada pada musim kemarau dengan mengecek instalasi listrik dan tidak membakar sampah sembarangan. (Her)

