Bima (Suara NTB) – Jemaah haji asal Kabupaten Bima yang tergabung dalam Kloter 4 dijadwalkan tiba di daerah pada, Sabtu (6/6). Rombongan akan berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Lombok pada pagi hari setelah tiba dari Arab Saudi dan beristirahat beberapa jam. Tiga jemaah dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, H. Ikhwan Zulkifli, mengatakan jemaah Kloter 4 diperkirakan tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok sekitar pukul 02.00 WITA, pada, Sabtu (6/6) dini hari.
“Jemaah tiba di asrama haji jam 02.00 dini hari nanti (Sabtu, 6 Juni 2026),” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (5/6).
Setelah menjalani proses penerimaan, jemaah akan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bima pada pagi harinya. Pemulangan dilakukan pada hari yang sama,sehingga seluruh jemaah dijadwalkan tiba di Bima pada Sabtu malam.
“Istirahat dulu beberapa jam di asrama haji sambil persiapan pemulangan, paginya langsung start ke Bima. Tetap tanggal 6 sampai Bima. Karena tanggal 6 subuh start,” jelasnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan Masjid Agung Godo, Kecamatan Woha sebagai lokasi penyambutan. Di tempat tersebut, para jemaah akan bertemu kembali dengan keluarga setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Ikhwan memastikan seluruh jemaah Kloter 4 yang dipulangkan berada dalam kondisi sehat. Namun, hingga menjelang kepulangan rombongan, tercatat tiga jemaah asal Kabupaten Bima wafat saat menunaikan ibadah haji. “Tiga orang yang wafat di Tanah Suci,” sebutnya.
Ketiga jemaah tersebut masing-masing H. Abdul Gani asal Kecamatan Palibelo, Nurseha asal Kecamatan Wera, dan Murdiono (70) asal Desa Dena, Kecamatan Madapangga.
Sebelumnya, Plt Kabag Kesra Setda Kabupaten Bima, H. Ahyani, menjelaskan H. Abdul Gani dan Nurseha meninggal dunia akibat kondisi kesehatan saat menjalani rangkaian ibadah haji. Keduanya dimakamkan di Mekkah sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Sementara itu, Murdiono dilaporkan meninggal dunia di Jeddah pada Selasa (2/6) setelah sempat menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatannya menurun selama menjalankan ibadah haji. Jenazah almarhum ditangani sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. (hir)


