BerandaNTBLOMBOK UTARATukar Pengalaman, Siswa Sekolah Prancis Bali Berbaur dengan Siswa Lokal di KLU

Tukar Pengalaman, Siswa Sekolah Prancis Bali Berbaur dengan Siswa Lokal di KLU

Tanjung (Suara NTB) – Yayasan Tanah Inaq dan Saifana Organic Farm memanfaatkan momentum kunjungan rombongan siswa Sekolah Prancis Bali ke Saifana Bungalows and Villa, dengan mengintegrasikan siswa luar negeri tersebut bersama siswa lokal binaan. Pembauran ini diharapkan tidak hanya membuka interaksi antar siswa, tetapi lebih mengenal dan berbagi pengalaman antar siswa melalui tutur bahasa Inggris.


Integrasi antara siswa lokal dan luar negeri tersebut, terlihat di sela-sela program lapangan Sekolah Prancis Bali di Saifana Bungalows, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Rabu (10/6/2026).
Owner Saifana, Sutikno, dalam keterangannya mengatakan pihaknya melalui Yayasan Tanah Inaq, Saifana Organic Farm, Saifana Bungalows dan Trash Hero Bayan, berupaya maksimal untuk bisa membuka peluang kepada anak-anak lokal untuk saling berintegrasi dan beronteraksi dengan siswa dari Sekolah Prancis Bali. Siswa lokal yang dilibatkan dalam interaksi adalah anak-anak yang menjadi binaan (disekolahkan) Yayasan Tanah Inaq serta terlibat aktif sebagai relawan cilik Trash Hero Bayan.


“Kami mempertemukan mereka, antara anak-anak sekolah lokal dengan anak sekolah Internasional. Di sinilah pentingnya bahasa agar kita bisa saling berkomunikasi. Dan, alhamdulillah komunikasinya berjalan lancar,” ujar Sutikno.


Untuk diketahui, dalam program Trash Hero Bayan, Yayasan memberi pembinaan bahasa Inggris di sela-sela kegiatan kebersihan lingkungan setiap pekannya. Pembauran dengan siswa internasional ini, sekaligus menjadi praktik dan laboratorium bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan siswa luar negeri.


Dalam kunjungan integrasi siswa Sekolah lokal dan luar negeri ini, jumlah siswa yang terlibat meliputi, 22 orang siswa lokal, 19 orang siswa rombongan Prancis Bali, tiga orang guru, serta lima orang ibu-ibu dari Desa Loloan.


Bagi anak-anak Sekolah Prancis Bali, Sutikni menyatakan pihaknya menyuguhkan berbagai program praktikum bernuansa kearifan lokal. Anak-anak rombongan diedukasi bagaimana berkebun secara organik dengan tujuan mengenal alam secara lebih dekat. Mereka juga diajarkan cara membuat kerajinan khususnya kain tenun Bayan, serta kesenian Tari tradisional Bayan, Lombok Utara.


Ia menyambung, praktik tari dilakukan di area lobi Saifana Bungalows. Siswa dan guru sekolah Prancis Bali tanpa ragu berbaur mengikuti gerak tari yang diperagakan anak-anak binaan Yayasan Tanah Inaq.


Kendati integrasi antar tamu dengan anak-anak lokal ini sudah seringkali dilakukan, namun Sutikno mengakui program ini tertutup untuk publik. Pasalnya kelas ini dilangsungkan secara insidentil ketika ada permintaan lembaga atau saat tamu dan keluarganya tengah ramai berkunjungan ke Saifana.


Dirinya berharap, integasi antar siswa dengan interaksi bahasa Inggris ini diharapkan membuka visi penyelenggaraan praktikum pendidikan yang lebih baik di masa depan. Mengingat edukasi bahasa Inggris secara tulisan, perlu dibarengi dengan praktikum untuk mengasah listening (pendengaran) maupun speaking (percakapan) di tingkat siswa lokal.


“Kami berharap, semoga langkah kami ini menjadi contoh untuk sekolah lain. Lombok Utara sebagai obyek kunjungan wisata internasional akan kedatangan lebih banyak tamu luar negeri di masa depan. Tentu, sumber daya khususnya generasi muda harus kita siapkan agar mampu beradaptasi,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO