BerandaNTBLOMBOK TIMURKebutuhan BBM Nelayan Lombok Timur Tercukupi

Kebutuhan BBM Nelayan Lombok Timur Tercukupi

Selong (Suara NTB) – Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat, dinilai telah tercukupi dengan kuota yang diberikan Pertamina. Berdasarkan data terkini, kebutuhan riil BBM nelayan per bulan mencapai sekitar 400 kiloliter (KL), sementara kuota yang disalurkan melebihi angka tersebut.


Kepala Bagian Jasa dan Energi PT Energi Selaparang, Mutia Wardani, menjelaskan, kuota BBM jenis Pertalite yang diberikan Pertamina saat ini sebesar 488 KL per bulan. Rinciannya, untuk SPBN Tanjung Luar sebanyak 240 KL dan SPBUN Labuhan Haji sebanyak 248 KL. Adapun kuota Biosolar yang disalurkan mencapai 64 KL per bulan.


“Untuk kuota bulanan kedua SPBUN saat ini sudah mencukupi kebutuhan BBM nelayan di Lombok Timur,” ujar Mutia, Jumat (12/6) menjawab Suara NTB via ponselnya.


Mutia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait pemenuhan kuota BBM nelayan ke depan. Sementara itu, dampak kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan ini belum dirasakan oleh para nelayan. Pasalnya, nelayan hanya menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar, sedangkan kenaikan hanya berlaku untuk BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex.


“Untuk BBM yang mengalami kenaikan sejauh ini kan hanya BBM non subsidi. Jadi belum terasa dampaknya bagi nelayan,” pungkasnya.

Penyesuaian Kuota Biosolar

Diketahui, beberapa hari sebelumnya sempat terjadi aksi demo dari nelayan Tanjung Luar yang meminta tambahan bahan bakar jenis Biosolar. Mutia mengakui bahwa pada bulan Mei lalu terjadi pengurangan kuota Biosolar dari yang semula 72 KL menjadi 40 KL. Padahal, musim tangkap nelayan biasanya mengalami lonjakan mulai bulan Mei hingga Oktober.


“Kuota 40 KL kemarin hanya bisa memenuhi kebutuhan di minggu pertama bulan Mei saja, sedangkan untuk tiga minggu setelahnya menjadi kekhawatiran kelangsungan melaut nelayan,” jelas Mutia.


Setelah dilakukan koordinasi dengan Pertamina, pihaknya menyetujui untuk menyesuaikan kebutuhan BBM nelayan dengan menambahkan kuota Biosolar di bulan Mei menjadi 64 KL. Dengan penyesuaian ini, kebutuhan BBM nelayan Lombok Timur untuk jenis Biosolar pun kembali terpenuhi.


Hingga saat ini, distribusi BBM di kedua SPBUN terus berjalan lancar dan diharapkan mampu mendukung produktivitas nelayan, terutama menghadapi puncak musim tangkap yang berlangsung hingga Oktober mendatang. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO