Giri Menang (Suara NTB) – Sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dasan Tapen 1 berhasil menciptakan ekosistem kemandirian pangan lokal. BUMDes mengelola pasokan dari petani setempat untuk memenuhi kebutuhan harian SPPG, memberikan kepastian pasar serta meningkatkan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.
Kepala SPPG Dasan Tapen 1 M. Imam Romail, S.Pd., mengatakan, sejak awal terbentuk SPPG ini pihaknya bermitra dengan BUMDes untuk mengembangkan produk lokal masyarakat sehingga bisa terserap SPPG.
“Seperti bahan baku sayur Selada yang dikembangkan BUMDes melalui sistem hidroponik, diproduksi sendiri sehingga SPPG tidak mesti harus membeli ke luar,” kata Imam, akhir pekan kemarin.
Sayuran selada dipanen perdana pada tanggal 11 Juni lalu. Hasil panen raya bersama pihak BUMDes, SPPG, aparat desa, Babinsa, dan Babinkamtibma tersebut cukup tinggi. Sehingga hasil produksi sayur inipun tidak mesti dijual ke SPPG Dasan Tapen saja, tetapi dipasarkan ke SPPG-SPPG yang lainnya dan pengusaha kebab.
Pihaknya juga menggandeng 15 mitra untuk menyuplai bahan baru MBG di SPPG Dasan tapen.
Ke depan, tidak hanya bahan baku sayur yang dikembangkan, tetapi pihaknya bersama BUMDes juga akan mengembangkan pabrik susu untuk memenuhi kebutuhan MBG. Rencananya Pihaknya mendatangkan bahan baku susu dari luar, sebab peternakan sapi perah belum memungkinkan dikembangkan di NTB. “Nanti pabrik susu itu akan dikembangkan oleh BUMDes, bermitra dengan kami (SPPG),” ujarnya.
Pihaknya pun sudah menyiapkan lahan untuk pabrik susu ini. Selain itu, usulan pun telah diajukan ke BGN. Pihaknya berharap agar di setujui, sebab jika pabrik susu terlaksana maka bahan baku MBG bisa dihasilkan secara mandiri di desa. Di samping itu, akan mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga desa setempat. Terlebih dengan adanya Kopdeskel Merah Putih, untuk digandeng kedepan dalam menyiapkan bahan baku MBG ini. (her)

