BerandaNTBLOMBOK TIMURBukan Sekadar Perayaan, Semarak Muharam 1448 H di Gumi Selaparang

Bukan Sekadar Perayaan, Semarak Muharam 1448 H di Gumi Selaparang

Selong (Suara NTB) – Tahun baru Islam, 1448 Hijriah kembali dirayakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Berbagai jenis kegiatan dilaksanakan untuk menyambut 1 Muharam. Penyambutan tahun baru Islam tersebut ditegaskan bukan sekedar perayaan akan berapi merupakan momentum untuk perubahan. Mewujudkan Lombok Timur Sejahtera maju adil religius dan transparan.

Bagi Kabupaten Lombok Timur di bawah pimpinan Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Muharam bukan sekadar untuk dirayakan. Lotim merupakan satu-satunya daerah yang menjadikan momentum Muharram sebagai momentum perubahan.

Lotim menunjukkan identitasnya sebagai daerah yang mayoritas muslim. Karenanya melalui momentum ini Gumi Selaparang ini berusaha untuk menjadi daerah yang jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagaimana arti dari hijrah sendiri yakni menuju sebuah perubahan.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menegaskan komitmennya untuk selalu merayakan peringatan tahun baru Islam. Tahun baru Islam ini Lotim setidaknya habiskan Rp2 miliar.

Pawai Alegoris dan Parade 1448 Dulang

Kegiatan perdana menyambut bulan mulia ini adalah digelar pawai Alegoris lasa Senin (16/6). Ada sekitar 7.000 peserta memadati ruas jalan dari Taman Rinjani hingga Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Pawai dilepas langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, jajaran OPD, dan Forkopimda.

Bupati Haerul Warisin menjelaskan, pawai ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana syiar Islam.

Bupati Lotim H. Haerul Warisin bersama istri dan dan Wakil Bupati Lotim H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengikuti parade dulang dengan turut jalan kaki dari Taman Rinjani Selong menuju Masjid Agung Al Mujahidin. (Suara NTB/rus)

Saat senja mulai turun, usai pawai Alegoris disusul langsung dengan parade ikonik, 1448 dulang. Parade ini diikuti langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lotim, Forkompinda serta para pimpinan OPD lingkup Pemkab Lotim lainnya.

Dalam bahasa Sasak, dulang merujuk pada wadah bundar berbahan kayu, seng, atau kuningan. Fungsinya lebih dari sekadar tempat menyajikan hidangan. Dulang adalah simbol kebersamaan.

“Kita memberikan lambang 1448 Hijriah dengan membawa 1.448 dulang. Ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan menyadari bahwa 1 Muharram harus kita syiarkan secara luas,” ungkap Bupati.

Parade dulang khas dari Pengadangan ini menjadi pembeda ritual penyambutan 1 Muharam dibanding daerah lain. Setiba di halaman Masjid Agung Al-Mujahidin, suasana berubah menjadi khusyuk. Tepat saat masuk waktu magrib, doa bersama awal dan akhir tahun dipanjatkan. Ribuan umat Islam hadir, melantunkan ayat-ayat suci, memohon ampunan sekaligus harapan di tahun baru Hijriah.

Selepas doa, dulang-dulang itu pun dibuka. Begibung dimulai. Para pejabat begibung bersama rakyat yang terlihat tanpa sekat. “Makan berdulang mengajarkan bahwa kebersamaan adalah kunci keberkahan,” ujar salah seorang warga yang ikut serta.

Doa Awal dan Akhir Tahun

Dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian waktu itu terjadi saat terbenam sang Surya di ufuk barat. Tepat saat adzan magrib dikumandangkan. Pada saat pergantian tahun inilah di Masjid Agung Al Mujahidin digelar doa akhir tahun 1447 Hijriah dan doa awal tahun 1448 Hijriah.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya pada kesempatan tersebut mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian Festival 1 Muharram 1448 Hijriah itu juga sekaligus menandai peringatan tahun kedua pemerintahan Bupati Haerul Warisin dan Wabup Edwin Hadiwijaya.

Suasana doa awal dan akhir tahun di Masjid Agung Al Mujahidin Selong. (Suara NTB/rus)

Wabup berjanji, dengan dukungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akan bekerja keras mewujudkan visi misi Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART). Ia menekankan bahwa kegiatan hari besar keagamaan, penguatan LPTQ, serta pendekatan ke pondok pesantren adalah bagian dari visi religius.

“Tentu masih banyak kekurangan, dan itulah yang sedang kami upayakan bersama kepala-kepala OPD, menata lebih baik, serta mengalokasikan belanja secara efisien dan efektif,” jelasnya.

Festival Muharam: Bangkitkan Ekonomi Umat

Satu hal lain yang menjadi daya tarik dalam setiap perayaan Muharam di Lotim adalah dihadirkannya Festival Muharam. Menurut Bupati, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Dalam festival ada kegiatan pameran, pemberdayaan UMKM, dan berbagai hiburan.

Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Lotim H. Edwin saat membuka festival pada tanggal 1 Muharam atau tepat pada tanggal 17 Juni 2026 di Lapangan Lalu Muslihin GOR Selong.

Pembukaan Festival Muharam oleh Wakil Bupati Lotim H. Moh Edwin Hadiwijaya dan Ketua DPRD Lotim Muhamad Yusri. (Suara NTB/rus)

Wabup Edwin menekankan agar seluruh perangkat daerah (OPD) tidak memungut biaya dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM. “Jangan sampai mengecewakan masyarakat,” ujarnya.

Orang nomor dua di Lotim itu menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang mulai menunjukkan geliat positif. Ia memaparkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada akhir Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur berada di angka 4,9 persen, dan pada akhir triwulan pertama 2026 melonjak di atas 7 persen.

Wakil Bupati, H. Moh Edwin Hadiwijaya mengunjungi  stan pameran UMKM di ajang Festival Muharam.(Suara NTB/rus)

“Artinya ekonomi kita cukup bergerak dari sisi pertumbuhan. Namun dari sisi kesejahteraan, kita masih perlu kerja keras. Ukurannya bukan dari pendapatan semata, tapi dari desil kesejahteraan masyarakat yang dirilis BPS,” jelasnya.

Festival kali ini dinilai sebagai salah satu kegiatan strategis yang mampu menciptakan sentra ekonomi baru. Wabup Edwin mencontohkan kegiatan serupa di Kecamatan Pringgabaya yang telah berhasil memunculkan kawasan ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Peringatan Muharam 1448 H, Husnul Basri, menyampaikan bahwa festival ini mengusung tema hijrah sebagai ajakan berpindah dari kondisi tidak baik ke baik, dari lemah ke kuat, dan dari ketertinggalan ke kemajuan. “Menebar semangat hijrah untuk mewujudkan Lotim smart. Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu atau tempat, tetapi juga perubahan pola pikir dan ekonomi,” ujar Husnul.

Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, panitia menyediakan 150 lapak yang sebagian besar merupakan swadaya masyarakat. Berbagai produk lokal, kuliner, hingga kerajinan tangan memeriahkan festival. Tidak hanya itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membuka layanan perizinan.

Penutupan rangkaian semarak Muharam yang akan disemarakkan oleh penampilan Band Gigi, Bams dan artis nasional lainnya. (Suara NTB/ist)

Dinas Perpustakaan dam Kearsipan (DKP) menyediakan berbagai jenis buku bacaan guna menambah literasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melayani administrasi kependudukan secara langsung, serta Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembuatan kartu identitas bagi pelajar yang membutuhkan.

Stan Dekranasda dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) juga hadir memeriahkan acara. Sementara itu, untuk hiburan, panitia menghadirkan band-band lokal selama sepekan.

Puncak penutupan festival dijadwalkan pada 21 Juni 2026 dengan penampilan spesial dari grup band Gigi dan Bams serta para artis lainnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Festival Muharam 1448 H diharapkan tidak hanya me njadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga pengungkit ekonomi kerakyatan dan kreativitas anak muda Lombok Timur menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera. (rus/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO