Praya (Suara NTB) – Kegiatan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) resmi dimulai. Sebanyak 1.061 orang petugas lapangan diterjunkan Badan Pusat Statistik (BPS) Loteng untuk mendukung kegiatan 10 tahunan tersebut. Sensus Ekonomi 2026 di Loteng akan berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2026 mendatang. Dari kegiatan tersebut diharapkan nanntinya bisa diperoleh data dan gambaran kondisi ekonomi masyarakat di daerah ini.
“Sensus Ekoni 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret perkembangan ekonomi daerah yang terus berubah. Mulai dari pertumbuhan UMKM, ekonomi digital serta berbagai kegiatan usaha baru lainnya yang tumbuh di tengah masyarakat,” sebut Wakil Bupati (Wabup)Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., saat pencanangan dimulainya kegiatan SE 2026 bersamaan dengan kegiatan olahraga pagi yang diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng di halaman Kantor Bupati Loteng, Jumat (19/6/2026).
Data yang dihasilkan melalui kegiatan sensus itu nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan supaya bisa tepat sasaran. Terutama dalam upaya mendukung pengembangan UMKM di daerah ini. Sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi hingga penyusunan berbagai program pembangunan di daerah.
Dari data yang berkualitas itu akan bisa melahirkan kebijakan yang berkualitas pula. Dan, dari kebijakan yang berkualitas tentunya akan bisa mendukung terwujudnya Loteng yang lebih maju dan sejahtera. “Kualitas data itu sangat menentukan kualitas kebijakan yang dibuat,” sebutnya.
Sensus Ekonomi 2026 untuk Mengetahui Gambaran Kondisi Perekonomian
Di tempat yang sama, Kepala BPS Loteng M. Jupri Sardi, SST., menambahkan, bahwa Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997. Sensus ini dilaksanakan untuk bisa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian secara nasional hingga daerah.
Hasilnya menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam merancang program pembangunan kedepan. Terutama dalam melakukan penguatan terhadap sektor UMKM, pengembangan kawasan wisata, pembangunan pasar hingga pembukaan akses jalan produksi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mengingat pentingnya kegiatan tersebut pihaknya berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah. Supaya kegiatan sensus ekonomi 2026 bisa berjalan dengan lancer dan sukses. Khususnya para pelaku usaha dengan memberikan informasi yang data benar dan akurat kepada petugas pencacah nanntinya.
Dengan begitu, hasil sensus ekonomi 2026 dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Untuk kegiatan pendataan dalam sensus ekonomi 2026 sendiri sudah dimulai sejak tanggl 15 Juni 2026 dan akan berakhir pada akhir Agustus 2026. Dalam hal ini BPS Loteng melibatkan sebanyak 1.061 petugas lapangan. Dengan rincian 124 pengawas lapangan dan 936 petugas pencacah yang nantina akan turun langsung ke lapangan dengan door-to-door. “Khusus untuk kegiatan usaha besar juga sudah disiapkan petugas khusus,” terangnya. (kir)

