Praya (Suara NTB) – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap roda dua Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika mulai Jumat (19/6/2026). Sebanyak 106 pembalap ambil bagian pada balapan putaran kedua kali ini. Mereka akan bertarung di empat kelas Utama dan dua kelas pendukung pada balapan yang akan berlangsung hingga Minggu (21/6/2026).
Berbeda dengan putaran pertama, pada putaran kedua kali ini PRIDE Motorsport, MGPA dan ITDC serta IMI sebagai penyelenggara memperkenalkan beberapa regulasi yang baru. Penerapan aturan baru tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas serta keseruan balapan. Sekaligus bisa membuat para pembalap lebih familier dengan aturan balap sesuai standar internasional.
Mengingat, ajang MRS sendiri memang disiapkan sebagai sarana pembinaan sekaligus penjenjangan bagi para pembalap nasional untuk bisa meniti karir balapan ke level internasional.
“MRS telah menjadi ajang bergengsi dalam menciptakan pembalap Indonesia yang siap tanding di kejuaraan internasional,” sebut Direktur Utama MGPA Ananda Mikola, dalam keteranganya, Jumat siang.
Beberapa aturan baru yang diterapkan pada MRS putaran kedua kali ini di antaranya terkait aturan start. Di mana pembalap yang melakukan jump start akan akan dikenai hukuman dua kali long lap penalty untuk meningkatkan kualitas balapan. Selain itu jika terjadi seorang peserta tidak mendapat catatan waktu saat kualifikasi karena masalah teknis pada motor balapnya, peserta tersebut masih diizinkan ikut balapan dengan start dari Pit Exit.
Jumlah lap untuk kelas National Sport (NS) 250 ditambah menjadi 12 lap dari sebelumnya hanya 10 lap. Sementara untuk kelas Sport 150 diberikan kebebasan untuk memilih material pelek dengan ukurannya mininum sesuai regulasi dan teregister produknya di IMI. “Aturan baru ini diharapkan bisa membuat jalannya balapan menjadi lebih seru,” imbuhnya.
Penerapan regulasi baru tersebur lanjut Ananda Mikola, juga sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MRS sendiri sebagai kejurnas sport bike di Indonesia. Dengan penerapan regulasi baru yang mengacu peraturan FIM tersebut diharapkan para pembalap bisa lebih cepat beradaptasi Ketika mengikuti kejuaraan level internasional. Sehingga ke depan akan semakin banyak pembalap Indonesia yang mampu berkiprah di ajang balap internasional.
Disinggung jumlah pembalap, mantan pembalap nasional ini mengatakan ada 106 starter terdaftar untuk mengikuti enam kelas yang dipertandingkan. Masing-masing kelas National Sport 150 (NS150) sebanyak 16 pembalap, National Sport 250 (NS250) diikuti 28 pembalap, Supersport 600 (SS600) diikuti 6 pembalap serta 32 pembalap di kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-15.
Selain kelas utama ada juga kelas pendukung. Yakni Underbone 150 diikuti 11 pembalap serta Junior Sport 250 U-18, 14 pembalap. “Selain regulasi balapan, MGPA, PRIDE Motorsport serta IMI juga terus menggaungkan pentingnya mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial ke dalam dunia olahraga bermotor,” pungkasnya. (kir)

