Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong percepatan program Hilirisasi Unggas Terintegrasi (HAT) dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun-Rp1,7 triliun pada pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) ke-XVII. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan pemerintah untuk percepatan program tersebut.
“Barusan kami membahas proyek unggas terintegrasi di Sumbawa bersama Dirjen Peternakan, Dirut Berdikari, dan Direktur Hilirisasi. Alhamdulillah, tim dari Kementerian Pertanian dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” ujar Bupati Sumbawa,Ir.H.Syarafuddin Jarot, pekan kemarin.
Tim dari Kementan dan PT Berdikari tersebut, turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan baru yang telah diusulkan. Hal itu dilakukan setelah lahan yang sebelumnya dilakukan peletakan batu pertama di Desa Serading masih terkendala status lahan.
Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa menegaskan, program hilirisasi unggas terintegrasi merupakan investasi berskala besar dengan nilai mencapai Rp1,2 triliu- Rp1,7 triliun. Program ini dikelola langsung oleh BUMN melalui ID FOOD dan PT Berdikari dengan dukungan Danantara. Proyek ini dirancang untuk membangun rantai industri peternakan ayam secara terpadu mulai dari pembibitan,produksi pakan, budidaya,rumah potong unggas, pengolahan hasil hingga distribusi.
“Proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah. Karena tidak hanya membuka lapangan kerja baru tetapi akan memperkuat ekosistem peternakan rakyat dan mendorong tumbuhnya industri turunan di Sumbawa,” ujarnya.
Pemkab Sumbawa telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi diantaranya, selain lokasi awal yang direncanakan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Pemkab Sumbawa juga menyiapkan kawasan Teluk Santong, Bangkong, dan Kerato sebagai opsi lokasi pengembangan.
“Kami ingin memastikan proyek strategis ini tetap berada di Sumbawa dan dapat segera direalisasikan. Karena itu, berbagai alternatif lahan kami siapkan agar prosesnya berjalan lebih cepat dan sesuai kebutuhan investor,” tambahnya.
Berdasarkan hasil komunikasi terakhir dengan pemerintah pusat dan pihak pelaksana proyek, pengembangan industri unggas terintegrasi tetap akan dilaksanakan di Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa ada dua lokasi yakni Sumbawa dan Kabupaten Bima dengan pembagian peran masing-masing wilayah.

